Bantu Kebutuhan Air Bersih, PLN Hadirkan Teknologi Desalinasi Air di Agats

  • 08 Agt 2026 17:38 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - PT. PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), menghadirkan teknologi desalinasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.

Teknologi tersebut dipasang di Masjid Saiful Al-Bukhori dan memiliki kapasitas produksi hingga 2.200 liter air per hari. Mesin ini mampu mengolah air payau maupun air keruh menjadi air tawar yang jernih, tidak berbau, dan tidak berasa.

Bantuan tersebut menjadi solusi bagi masyarakat di Agats yang selama ini menghadapi keterbatasan air bersih akibat kondisi geografis wilayah yang didominasi rawa dan perairan payau.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Saiful Al-Bukhori, Burhan Ar Rahman mengatakan, sebelum mendapat bantuan PLN, masjid telah memiliki sumur bor. Namun, air yang dihasilkan masih keruh sehingga tidak nyaman digunakan untuk berwudhu dan belum dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi.

"Alhamdulillah, dengan adanya bantuan mesin pengolahan air dari program TJSL PLN, air dari sumur bor yang sebelumnya belum layak diminum kini dapat diolah menjadi air yang bersih," ujar Burhan. Jumat (07/08/2026).

Menurutnya, fasilitas tersebut kini memberikan manfaat bagi sekitar 200 orang, termasuk jamaah, santri, dan warga yang tinggal di sekitar masjid. Selain membantu memenuhi kebutuhan air bersih, keberadaan mesin desalinasi juga mengurangi biaya operasional masjid. Sebelumnya, pengurus harus membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan minum jamaah, terutama saat kegiatan keagamaan berlangsung.

Burhan memastikan fasilitas tersebut akan dirawat dan dioperasikan secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Keterbatasan air bersih juga menjadi persoalan bagi masyarakat di sekitar Masjid Saiful Al-Bukhori. Sebagian warga masih mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat musim kemarau, kondisi tersebut semakin menyulitkan. Warga harus mencari sumber air lain atau membeli air bersih dengan harga yang relatif mahal.

Warga Kampung Baru, Distrik Agats, Ottouw G. Mirino (40) mengatakan, keberadaan fasilitas pengolahan air dari PLN membuat warga lebih mudah memperoleh air bersih.

"Puji Tuhan, setelah ada mesin dari PLN, kami sekarang lebih mudah mendapatkan air bersih yang layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan ini sangat membantu, terutama bagi anak-anak dan orang tua," kata Ottouw.

Ia berharap program TJSL PLN dapat terus dilaksanakan dan menjangkau masyarakat di wilayah lain yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih.

Sementara itu, General Manager PT. PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, mengatakan, penyediaan fasilitas air bersih merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Menurutnya, kebutuhan air bersih menjadi persoalan penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kondisi geografis seperti Agats.

"PLN menyadari bahwa akses air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat krusial, terlebih di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang seperti Agats," ujar Roberth.

Ia mengatakan teknologi desalinasi diharapkan dapat membantu mengurangi beban ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas kesehatan, serta memberikan kenyamanan bagi jamaah dalam menjalankan aktivitas ibadah.

Roberth Rumsaur menambahkan, program tersebut sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait ketersediaan dan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan.

"Melalui program TJSL ini, kami berharap kehadiran teknologi desalinasi dapat meringankan beban ekonomi warga, meningkatkan taraf kesehatan, dan mendukung kenyamanan beribadah," katanya.

Diharpkan, fasilitas tersebut dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Agats. Program ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat keterbatasan akses air bersih, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terpencil Papua Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....