Pengawasan dan Pengamanan Wilayah Laut Jayapura.

  • 08 Agt 2026 00:01 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Keamanan Pelabuhan Laut Jayapura sebagai pelabuhan utama sekaligus terakhir, dinilai meresahkan masyarakat karena masih terjadi gangguan terhadap penumpang. Hal tersebut terungkap dalam dialog RRI Jayapura, Kamis (6 Agustus 2026) melalui program Polisi Menyapa.

Antusiasme masyarakat dan pendengar sangat tinggi, ditandai banyaknya telepon yang menyampaikan keluhan mengenai keamanan dan kenyamanan penumpang kapal. Menanggapi keresahan tersebut, AKP H. Abdul Kadir, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Jayapura, mengakui adanya gangguan pencopetan tersebut.

Menurutnya, para pencopet menjalankan aksinya secara berkelompok ketika kapal bersandar atau hendak berangkat. Mereka memanfaatkan kondisi penumpang yang padat.

“Kami mengakui para pencopet ini memang sangat meresahkan masyarakat, khususnya para penumpang yang tiba maupun yang akan berangkat. Tapi kami sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan gangguan keamanan di sekitar kawasan pelabuhan. Kami sudah memetakan dan data para pencopet tersebut sudah ada. Sehingga kami melakukan upaya-upaya pendekatan dan aksinya sudah mulai menurun," ujarnya.

Menyinggung tentang kendala yang dialami pihaknya untuk memberikan efek jera bagi para pencopet. Menurut Abdul Kadir, umumnya para korban tidak mau berurusan dengan pihak berwajib.

“Kami mau menindak tegas sebagai efek jera bagi para pencopet yang melakukan aksinya saat Kapal PELNI tiba. Namun sangat sulit karena rata-rata para korban tidak mau berurusan panjang, karena mereka akan melakukan perjalanan. Jadi tidak mungkin kami mau proses, sementara korbannya sudah tidak ada di lokasi. Umumnya para korban ini, akan melakukan perjalanan lanjutan,” ucapnya.

Dengan demikian kata Abdul Kadir, satu-satunya upaya yang dilakukan pihaknya, yakni selalu menghimbau melalui pengeras suara. Hal ini dilakukan setiap ada kapal Pelni tiba, agar para penumpang selalu menjaga barang bawaan mereka.

Samuel Yabes Yermia, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan, menyarankan pembelian tiket dilakukan secara online. Langkah tersebut diharapkan memudahkan penumpang sekaligus mengurangi penumpukan penumpang, yang berpotensi meningkatkan risiko pencopetan di pelabuhan.

“Semakin banyak penumpukan penumpang, itu kan semakin rawan kecopetan. Dengan demikian kami mengharapkan kepada para pengguna angkutan kapal Pelni, agar bisa membeli tiket kapal secara online. Sehingga tinggal scan barcodenya saja saat tiba di pelabuhan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....