Tokoh Papua: Jaga Persatuan, Demi Papua yang Aman dan Damai

  • 02 Agt 2026 21:28 WIB
  •  Jayapura
Poin Utama
  • Tokoh adat dan pemuda Papua mengajak masyarakat menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban menjelang aksi KNPB pada 3 Agustus 2026 untuk memperingati 57 tahun PEPERA.
  • Imbauan tersebut bertujuan menjaga situasi tetap kondusif di tengah momentum peringatan PEPERA yang berdekatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
  • Masyarakat Papua diajak menjaga ketertiban agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik selama periode peringatan bersejarah ini.

RRI.CO.ID, Jayapura - Menjelang aksi penyampaian pendapat yang akan dilakukan oleh KNPB, dalam rangka memperingati 57 tahun Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) di Papua yang dijadwalkan akan berlangsung pada 3 Agustus 2026, sejumlah tokoh adat dan tokoh pemuda di Tanah Papua mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Imbauan tersebut disampaikan agar situasi tetap kondusif di tengah momentum peringatan 57 tahun PEPERA yang juga berdekatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Ondofolo Heram Dasim Klewbeuw Sentani Timur, Yansen Ohee, mengimbau masyarakat, khususnya di Kota Jayapura dan wilayah sekitarnya, agar tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Ia juga mengingatkan warga untuk bijak menyikapi berbagai informasi maupun ajakan yang beredar, terutama melalui media sosial, dengan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Menurut Yansen Ohee, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Namun, ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan cara-cara yang damai serta mengutamakan kepentingan masyarakat luas.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan pendapat, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif demi kepentingan seluruh masyarakat," kata Yansen Ohee, Minggu (02/08/2026).

Menurut Yansen Ohee, situasi yang aman dan tertib sangat penting bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas harian. Pedagang, pelaku UMKM, pengemudi angkutan, hingga pekerja harian, membutuhkan kamtibmas yang kondusif agar roda perekonomian tetap berjalan.

Yansen Ohee juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong, toleransi, dan saling menghormati sebagai fondasi dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan di Papua.

Ajakan serupa disampaikan Tokoh Pemuda Adat Tabi, Kundrat Tukayo. Ia mengimbau masyarakat agar menghindari kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum maupun kenyamanan warga.

Menurut Kundrat Tukayo, energi dan perhatian masyarakat akan lebih bermanfaat jika diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat perekonomian daerah.

"Kita harus mengerahkan tenaga dan pikiran untuk bekerja serta memperbaiki ekonomi masyarakat Papua. Jangan melakukan kegiatan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun merugikan banyak orang," tegas Kundrat Tukayo.

Kundrat Tukayo secara khusus mengajak masyarakat di wilayah Tabi untuk terus menjaga situasi yang aman sehingga masyarakat dapat bekerja, berdagang, dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa hambatan.

Melalui imbauan tersebut, kedua tokoh Papua ini berharap, peringatan 57 tahun PEPERA dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan damai. Mereka juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum mempererat persatuan, menjaga kerukunan, serta bersama-sama mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....