Pangdam XVII/Cenderawasih Lepas Satgas Pamtas RI-PNG
- 31 Jul 2026 02:04 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen. TNI. Febriel Buyung Sikumbang, memimpin upacara pelepasan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG dari Yonif 711/Raksatama dan Yonif 743/Pradnya Samapta Yudha, yang berlangsung di Pelabuhan Waupnor, Kabupaten Biak Numfor, Selasa (21/7/2026).
Sebanyak 900 prajurit, yang tergabung dalam Kolakops 173/PVB Kogas Cenderawasih, terdiri atas 450 personel Yonif 711/Raksatama dan 450 personel Yonif 743/Pradnya Samapta Yudha, berhasil menuntaskan tugas pengamanan perbatasan sekaligus melaksanakan pembinaan teritorial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, selama kurang lebih 1 tahun.
Dalam amanatnya, Pangdam XVII/Cenderawasih menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian seluruh prajurit selama menjalankan penugasan. Menurutnya, keberhasilan Satgas tidak hanya diukur dari terjaganya stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga dari kehadiran prajurit yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di daerah penugasan.
“Selama kurang lebih satu tahun penugasan, mereka memberikan kontribusi yang luar biasa. Bukan hanya soal keamanan, tetapi juga turut mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat,” ujar Pangdam.
Mayjen. TNI. Febriel Buyung Sikumbang menjelaskan, berbagai program pembinaan teritorial yang dilaksanakan Satgas telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Mulai dari pelayanan kesehatan, pendampingan pendidikan bagi anak-anak, pembangunan infrastruktur sederhana, pemberian makan bergizi gratis, hingga pelayanan kesehatan keliling di kampung-kampung terpencil.
Lebih dari itu, Pangdam menegaskan bahwa tidak terdapat catatan negatif selama pelaksanaan tugas kedua satuan tersebut. Hal ini menjadi bukti bahwa para prajurit mampu menjalankan tugas negara dengan profesionalisme sekaligus mengedepankan pendekatan yang humanis.
“Saya selalu berpesan kepada seluruh prajurit, keberadaan kalian harus memberi dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat. Mereka melayani kesehatan dari honai ke honai, membantu anak-anak yang kekurangan tenaga pendidik, memperbaiki fasilitas ibadah, hingga membeli langsung hasil bumi mama-mama di pedalaman agar mereka tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk menjual hasil panennya,” ungkap Pangdam.
Menurut Pangdam, berbagai aksi sederhana tersebut memiliki makna yang besar karena mencerminkan kehadiran TNI sebagai sahabat dan solusi bagi masyarakat. Kehadiran prajurit di perbatasan bukan semata menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menghadirkan kepedulian, harapan, dan semangat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
Pelepasan Satgas Pamtas RI–PNG ini menjadi penanda berakhirnya satu tahun pengabdian yang tidak hanya menjaga keamanan wilayah perbatasan, tetapi juga meninggalkan jejak kemanusiaan melalui berbagai aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat Papua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....