Astra Motor Papua Ingatkan Bahaya Rem Blong di Turunan Panjang

  • 31 Jul 2026 15:18 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Astra Motor Papua mengingatkan pengendara sepeda motor untuk menerapkan teknik pengereman yang benar saat melintasi jalan menurun yang panjang guna menghindari risiko rem blong akibat panas berlebih pada sistem pengereman.

Marketing Manager Astra Motor Papua, Suhendri mengatakan, salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan pengendara adalah menahan tuas rem secara terus-menerus ketika melewati turunan. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan suhu komponen rem hingga mengalami overheat, sehingga daya pengereman berkurang atau brake fade.

"Pengendara sebaiknya tidak menunggu hingga sepeda motor melaju terlalu cepat baru melakukan pengereman. Kurangi kecepatan sebelum memasuki turunan, kemudian lakukan pengereman secara bertahap agar suhu komponen rem tetap terjaga dan kendaraan lebih mudah dikendalikan," kata Suhendri, Jumat (31/07/2026).

Ia menjelaskan, apabila suhu rem terus meningkat, kemampuan sistem pengereman dapat menurun secara signifikan. Dalam kondisi yang lebih parah, rem berpotensi kehilangan fungsi untuk memperlambat laju kendaraan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, Astra Motor Papua mengimbau pengendara mengurangi kecepatan sebelum memasuki jalan menurun. Cara ini dinilai lebih efektif dibandingkan mengandalkan pengereman saat kendaraan sudah melaju dengan kecepatan tinggi.

Selain itu, pengendara disarankan menggunakan rem depan dan belakang secara seimbang dengan teknik intermittent braking, yakni melakukan pengereman secara bertahap dan tidak menahan rem secara terus-menerus. Teknik ini membantu menjaga suhu komponen rem tetap stabil selama perjalanan.

Pengendara juga diminta menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan agar memiliki ruang yang cukup untuk mengurangi kecepatan secara bertahap apabila terjadi pengereman mendadak. Di samping itu, fokus berkendara dan mengarahkan pandangan jauh ke depan penting dilakukan untuk mengantisipasi tikungan, kondisi jalan, maupun potensi bahaya lainnya.

Khusus pengguna sepeda motor tipe sport dan cub, Suhendri menyarankan memanfaatkan engine brake dengan menggunakan gigi transmisi yang sesuai. Efek perlambatan dari mesin dapat membantu mengurangi beban kerja sistem pengereman, namun perpindahan gigi tidak boleh dilakukan secara tiba-tiba saat kendaraan masih melaju dengan kecepatan tinggi karena dapat mengganggu kestabilan sepeda motor.

Ia juga mengingatkan agar pengendara tidak menggunakan posisi transmisi netral atau N ketika melintasi turunan. Posisi tersebut akan menghilangkan efek engine brake, sehingga laju kendaraan menjadi lebih sulit dikendalikan dan beban pada sistem pengereman semakin besar.

"Keselamatan saat melewati turunan panjang sangat bergantung pada kemampuan pengendara dalam mengatur kecepatan, menjaga jarak, serta menggunakan sistem pengereman dengan benar. Jangan memaksakan kendaraan melaju terlalu cepat dan selalu sesuaikan cara berkendara dengan kondisi jalan," tegasnya.

Melalui edukasi keselamatan berkendara ini, Astra Motor Papua mengajak seluruh pengguna sepeda motor untuk selalu menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, memahami teknik pengereman yang benar, serta mengutamakan keselamatan di setiap perjalanan dengan semangat #Cari_Aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....