Indosat Catat Pertumbuhan Double Digit, Percepat Transformasi Berbasis AI
- 31 Jul 2026 15:20 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - PT. Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) kembali membukukan kinerja keuangan yang solid pada semester pertama 2026. Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp30,7 triliun atau tumbuh 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain peningkatan pendapatan, EBITDA Indosat juga naik 14 persen menjadi Rp14,6 triliun dengan margin EBITDA mencapai 47,6 persen. Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dinormalisasi melonjak 49,2 persen menjadi Rp3,2 triliun.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi bukti bahwa strategi transformasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dijalankan perusahaan telah memberikan hasil nyata.
"AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI," ujar Vikram.
Transformasi tersebut turut mendorong peningkatan penggunaan layanan digital. Trafik data tumbuh 19,9 persen secara tahunan, sementara Average Revenue Per User (ARPU) meningkat 17,3 persen menjadi Rp46 ribu. Hingga akhir Juni 2026, jumlah pelanggan seluler Indosat mencapai 93,4 juta pelanggan.
Indosat juga memperluas pemanfaatan AI melalui berbagai layanan seperti Anti-Spam, Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, hingga Adobe Express yang diintegrasikan dalam pengalaman digital pelanggan.
“Memasuki fase pertumbuhan berikutnya, Indosat memperkuat investasi melalui pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group. Pengalihan pengelolaan lebih dari 86 ribu kilometer jaringan serat optik nasional menghasilkan dana sekitar Rp11,7 triliun sekaligus mendukung strategi bisnis berbasis asset-light,”
Di sisi lain, bisnis AI Cloud menunjukkan perkembangan signifikan dengan pendapatan mencapai US$33 juta selama semester pertama 2026, melampaui total pendapatan sepanjang 2025 sebesar US$28 juta.
Perseroan juga memperoleh tambahan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dengan total lebar pita 80 MHz untuk meningkatkan kapasitas jaringan, memperluas layanan 5G, serta mendukung pengembangan layanan berbasis AI di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....