Sanggar Tari Cahaya Papua Jadi Bagian Sejarah Peresmian Gedung Baru RRI Jayapura
- 31 Jul 2026 11:06 WIB
- Jayapura
Poin Utama
- Peresmian gedung baru RRI Jayapura dimeriahkan secara apik oleh talenta muda lokal, menandai lembaran baru penyiaran publik yang lekat dengan akar budaya
RRI.CO.ID, Jayapura - Lembaran sejarah baru penyiaran publik di tanah Papua ditandai dengan denyut nadi budaya Sanggar Tari Cahaya Papua. Tari Mambo Simbo mengukir momen istimewa peresmian gedung baru RRI Jayapura, menyambut para tamu kehormatan.
Tari Mambo Simbo adalah tarian tradisional Papua, diiringi lagu daerah populer berjudul "E Mambo Simbo". Arti lagu adalah panggilan orang tua atau warga kampung keluar-masuk hutan mencari dan memanggil si anak "E Mambo... di mana kau...".
Meskipun lagu berkisah pencarian yang menegangkan, namun lagu ini dinyanyikan dengan irama yang sangat bersemangat, dinamis, dan ceria merefleksikan rasa syukur dan sukacita luar biasa saat Mambo akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Frasa dan lirik "E Mambo Simbo" serta bagian "Mambo yaya, yaya e..." menjadi simbol ekspresi kegembiraan, perayaan kebersamaan, dan rasa syukur masyarakat atas berkumpulnya kembali anggota keluarga yang sempat terpisah.
Makna simbolis tarian ini melambangkan wujud syukur yang mendalam, persaudaraan dan gotong royonh menggambarkan ikatan solidaritas dan kegembiraan serta sukacita perayaan atas pertemuan yang penuh haru.
Dibalik penampilan memukau yang sukses menghidupkan suasana pada peresmina gedung kantor baru RRI Jayapura Rabu 22 Juli 2026, tersimpan cerita dedikasi yang luar biasa dari para penari muda berbakat, Gloria Ohoiwutun dan Celsea Tomke.
Tari Mambo Simbo bukan sekadar hiburan semata, tarian ini sarat makna luhur yang merefleksikan identitas masyarakat Papua. Pesan yang disampaikan untuk mempererat tali persaudaraan, wujud rasa syukur, serta semangat kebersamaan di tengah keberagaman.
Setiap entakan kaki dan ayunan tangan penari seolah menyampaikan pesan damai dan kehangatan khas Bumi Cenderawasih. Sanggar Tari Cahaya Papua telah membuktikan komitmen nyatanya dalam menjaga warisan leluhur.
Di balik suksesnya penampilan anak-anak muda ini, terdapat figur sekaligus pendidik berdedikasi tinggi, Eriani Rumatora, yang sehari-hari mengabdikan diri sebagai Guru Pelajaran Agama Kristen di SMP Negeri 2 Jayapura dan pendamping sanggar.
Ibu Eriani berharap dengan dibentuknya sanggar ini, remaja dan generasi muda Papua dapat berkarya lewat kebudayaan lokal, mewarisi warisan leluhur di bidang seni, serta dapat hidup dengan baik menciptakan masa depan yang cerah.
“Melalui seni, saya berharap anak-anak kita tidak terlena serta terjerumus dalam pergaulan yang buruk, yang dapat menciptakan masa depan yang suram. Dengan mengenal seni tari mereka bisa mencintai budayanya," ujar Ibu Eriani.
Kehadiran Sanggar Tari Cahaya Papua pada peresmian gedung baru RRI Jayapura menjadi bukti nyata cinta budaya lokal mampu seiring membangun karakter positif generasi muda, sekaligus menghidupkan semangat kebangsaan dari beranda terluar penyiaran publik bumi Cenderawasih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....