Dirut RRI: Pendengar Radio Turun dari 100 Juta Menjadi 25 Juta

  • 22 Jul 2026 08:47 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI, I Hendrasmo, mengungkapkan jumlah pendengar radio di Indonesia terus menurun. Kondisi itu menjadi tantangan bagi RRI untuk merebut kembali perhatian masyarakat.

Hendrasmo menyampaikan hal itu saat membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Radio LPP RRI Angkatan 44 dan 45. Kegiatan berlangsung di Jayapura, Rabu, 22 Juli 2026, dan diikuti peserta dari Koordinator Wilayah Nusantara I Papua.

Ia mengatakan jumlah pendengar radio secara nasional mencapai lebih dari 100 juta orang pada 2003. Namun, jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar 25 juta pendengar pada 2024.

“Kalau tahun 2003 pendengar radio secara umum itu ada 100 juta lebih,” kata Hendrasmo. “Pada tahun 2024 pendengar radio itu ada 25 juta.”

Menurut Hendrasmo, dari sekitar 25 juta pendengar radio tersebut, RRI masih memiliki sekitar 12 juta pendengar. Penurunan itu terjadi karena masyarakat beralih mengonsumsi informasi melalui platform digital.

“Kemana mereka lari? Mereka lari ke platform digital, streaming, podcast,” ujarnya. “Sekarang kita tengah berjuang merebut kembali audience kita.”

Ia mengatakan makna audiens kini tidak lagi terbatas pada pendengar radio. Audiens juga mencakup pembaca, penonton, hingga pengguna berbagai platform digital.

“Audience itu bukan hanya pendengar,” katanya. “Ada pembaca, viewer, user, dan sebagainya.”

Hendrasmo menjelaskan peningkatan kompetensi wartawan menjadi salah satu strategi menghadapi perubahan tersebut. Melalui UKW, RRI ingin meningkatkan kapasitas insan jurnalistik dalam menghasilkan konten berkualitas.

“Ini salah satu cara kita meningkatkan kapasitas memproduksi konten berkualitas,” ucapnya. “Supaya masyarakat kembali memberikan atensi kepada RRI.”

Uji Kompetensi Wartawan Radio LPP RRI Angkatan 44 dan 45 digelar selama dua hari, 22–23 Juli 2026. Kegiatan diselenggarakan Pusat Pengembangan Kompetensi Penyiaran Radio LPP RRI bersama Koordinator Wilayah Nusantara I Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....