Astama Ops Kapolri Tinjau Wilayah Operasi di Papua, Tekankan Pendekatan Humanis
- 16 Jul 2026 11:48 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Asisten Utama Operasi (Astama Ops) Kapolri, Komjen. Pol. Mohammad Fadil Imran, meninjau sejumlah wilayah operasi di Tanah Papua bersama jajaran Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Amole untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.
Kunjungan kerja tersebut dilakukan guna melihat langsung perkembangan situasi keamanan, mengevaluasi kesiapan personel, serta memastikan pelaksanaan operasi berjalan optimal dalam mendukung stabilitas keamanan dan pembangunan di Papua.
Dalam kunjungan itu, Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran menerima paparan dari jajaran Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Amole mengenai perkembangan situasi kamtibmas, langkah penanganan gangguan keamanan, evaluasi pelaksanaan operasi, hingga berbagai program pembinaan masyarakat yang telah dilaksanakan di wilayah penugasan.
Selain melakukan evaluasi, Astamaops Kapolri juga berdialog dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan warga setempat untuk menyerap aspirasi serta memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi sosial kemasyarakatan di Papua.
"Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan, memastikan situasi kamtibmas tetap terjaga, sekaligus mendengar aspirasi masyarakat. Papua memiliki karakteristik dan kearifan lokal yang sangat kuat sehingga pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan dialog, penghormatan terhadap budaya, dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat," ujar Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran, Kamis (16/7/2026).
Dalam arahannya kepada personel, Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran menegaskan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh pencapaian sasaran penugasan, tetapi juga oleh kesiapan fisik dan kesehatan personil yang bertugas di lapangan.
Ia memberikan perhatian khusus terhadap ancaman malaria yang masih menjadi salah satu risiko utama di sejumlah wilayah operasi di Papua. Karena itu, seluruh komandan sektor diminta memastikan langkah pencegahan berjalan optimal, mulai dari disiplin mengonsumsi obat pencegahan malaria, penggunaan kelambu dan alat pelindung diri, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala.
"Saya minta seluruh personel disiplin menjaga kesehatan, mematuhi langkah-langkah pencegahan, dan para komandan agar melakukan pengawasan secara melekat. Jangan sampai personel menjadi korban karena lalai menjaga kondisi kesehatannya," tegas Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran.
Menurutnya, keberhasilan operasi juga diukur dari kemampuan seluruh personel menyelesaikan tugas dengan kondisi sehat dan selamat. Untuk itu, ia menginstruksikan agar seluruh pos operasi terus diperkuat dari aspek perlindungan personel (force protection), dukungan logistik, pelayanan kesehatan, serta fungsi komando dan pengendalian. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan TNI dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan secara berkelanjutan.
Astamaops Kapolri turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Amole atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam menjaga keamanan di Papua. Ia berharap profesionalitas, soliditas, dan sinergi antar personal terus dipertahankan agar pelaksanaan operasi berjalan efektif sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, mengatakan kunjungan Astama Ops Kapolri menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
"Kunjungan Astama Ops Kapolri menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Arahan terkait pendekatan humanis, penguatan sinergi, serta perhatian terhadap kesehatan personel, khususnya pencegahan malaria, akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas dilapangan," kata Irjen Pol. Faizal Ramadhani.
Ia menambahkan, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Satgas Amole akan terus mengedepankan langkah-langkah preventif, preemtif, pendekatan humanis, serta penegakan hukum secara profesional dan terukur guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Tanah Papua.
Menurut Irjen Pol. Faizal Ramadhani, pendekatan berbasis kearifan lokal akan tetap menjadi strategi utama dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, sejalan dengan upaya menjaga kesiapan personel agar pelaksanaan operasi dapat berlangsung secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....