"Electrifying Lifestyle" PLN Jadi Sahabat Setia UMKM di Papua

  • 16 Jul 2026 11:48 WIB
  •  Jayapura
Poin Utama
  • Tren electrifying lifestyle semakin populer di kalangan anak muda Papua, didukung oleh program transisi energi PT PLN yang membuka peluang bagi UMKM untuk mengadopsi peralatan dan kendaraan berbasis listrik.
  • Penggunaan kompor induksi di kedai kopi meningkatkan efisiensi memasak hingga 50 persen, memudahkan kebersihan, dan memberikan presisi suhu yang tinggi, sehingga mengurangi biaya produksi operasional.
  • Penjual kopi keliling menggunakan sepeda listrik untuk mobilitas tinggi dengan biaya pengisian daya sangat murah dari PLN, membuktikan adaptasi UMKM terhadap inovasi dan menciptakan bisnis ramah lingkungan tanpa polusi asap.

RRI.CO.ID, Jayapura - Tren electrifying lifestyle atau gaya hidup serba listrik kini makin digemari oleh kalangan anak muda di Papua. Selaras dengan program transisi energi PT PLN (Persero), tren positif ini memotivasi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beralih menggunakan peralatan berbasis listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Penerapan electrifying lifestyle ini salah satunya terlihat pada operasional BM Coffee di Kotaraja, Kota Jayapura. Pengelola kedai, Faisal Mustakim (35), secara konsisten mengandalkan energi listrik dari PLN dengan menggunakan kompor induksi untuk meracik berbagai menu andalan bagi para pelanggannya.

“Dengan kompor listrik, dapur lebih bersih dan proses memasak lebih cepat hingga 50 persen dibandingkan kompor gas. Perawatannya juga sangat mudah. Jika ada tumpahan kuah atau sisa makanan, cukup dilap dengan kain basah dan langsung bersih kembali,” ujar Faisal.

Selain faktor kebersihan dan kecepatan, pengaturan suhu berbasis digital pada kompor memberikan tingkat presisi yang tinggi dalam proses memasak. Kepraktisan fitur ini secara keseluruhan tidak hanya mendukung kelancaran operasional sehari-hari, tetapi juga bermuara pada efisiensi biaya produksi.

Tidak hanya pada kedai menetap, budaya serba listrik ini turut diadopsi oleh deretan penjual kopi keliling yang bertebaran di berbagai sudut strategis Kota Jayapura. Para pemuda ini memilih menggunakan sepeda listrik agar bisa berkeliling kota dengan mobilitas tinggi, bebas polusi asap, dan tanpa suara bising.

Ina, salah satu penjual kopi keliling di kawasan Abepura, menceritakan bahwa inovasi berdagang menggunakan sepeda listrik telah sukses menjawab kebutuhan usahanya sekaligus menekan pengeluaran. Aktivitas berjualan dari pukul 07.00 hingga 18.00 WIT dapat berjalan lancar berkat kemudahan mengisi daya baterai sepeda menggunakan listrik PLN.

"Ini membuktikan bahwa kami, para pelaku UMKM, bisa tetap kreatif dan adaptif mengikuti perkembangan zaman. Dengan memakai sepeda listrik, uang hasil jualan bisa ditabung karena biaya untuk mengisi ulang daya baterai sangat murah," tutur Ina.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menilai langkah para pelaku UMKM tersebut merupakan wujud nyata dari adaptasi electrifying lifestyle. Penggunaan peralatan maupun kendaraan listrik untuk operasional usaha terbukti mampu membawa dampak positif sekaligus menggerakkan sektor ekonomi riil di Papua.

"Kami sangat bangga melihat kreativitas anak-anak muda ini yang mampu memanfaatkan fasilitas kelistrikan untuk menjalankan usaha yang ramah lingkungan. Semoga kemudahan akses listrik PLN bisa terus memotivasi masyarakat luas untuk menciptakan peluang bisnis baru yang bebas polusi dan lebih efisien," tutup Roberth.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....