Perluas Wawasan Ekonomi, BI Papua Kembali Menggelar Capacity Building

  • 03 Jul 2026 15:01 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua menggelar kegiatan Capacity Building Wartawan Ekonomi yang diikuti insan pers dari berbagai media di Papua. Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Sentani, Jumat (03/07/2026), ini bertujuan meningkatkan pemahaman jurnalis terhadap isu-isu ekonomi agar mampu menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono mengatakan, di tengah dinamika perekonomian global dan domestik yang semakin kompleks, kebutuhan masyarakat terhadap informasi ekonomi yang kredibel terus meningkat. Menurutnya, insan pers memiliki peran strategis sebagai jembatan yang menghubungkan kebijakan publik dengan pemahaman masyarakat.

"Pers tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi penghubung antara kebijakan yang dikeluarkan pemerintah maupun lembaga negara dengan masyarakat. Pemberitaan yang berbasis data dan berimbang akan membantu membangun optimisme, memperkuat kepercayaan publik, serta mendorong pengambilan keputusan ekonomi yang lebih baik," ujar Warsono.

Warsono menilai, peran media di Papua memiliki arti yang sangat penting mengingat karakteristik wilayah yang luas, keberagaman budaya, serta tantangan pembangunan yang berbeda dengan daerah lain. Dalam kondisi tersebut, media menjadi salah satu sarana utama untuk menghadirkan informasi yang objektif dan konstruktif kepada masyarakat.

Selain itu, Warsono mendorong insan pers untuk terus mengangkat berbagai potensi ekonomi daerah, mulai dari sektor investasi, pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, hingga berbagai inovasi pembangunan yang lahir dari berbagai wilayah di Papua.

Warsono, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua (Foto: Arull)

"Berbagai potensi yang dimiliki Papua akan semakin dikenal luas apabila terus disuarakan melalui pemberitaan yang berkualitas," tegas Warsono.

Melalui kegiatan capacity building ini, Bank Indonesia berharap hubungan kemitraan dengan insan pers di Papua semakin erat. Forum tersebut juga menjadi ruang diskusi untuk memperkaya pemahaman mengenai berbagai isu ekonomi, sistem pembayaran, stabilitas sistem keuangan, pengendalian inflasi, serta perkembangan ekonomi yang relevan dengan kondisi Papua.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari praktisi jurnalistik senior Andreas Maroto dari Kompas Institute yang membahas penguatan kompetensi jurnalistik, khususnya dalam peliputan isu-isu ekonomi.

Warsono meyakini kolaborasi yang telah terjalin antara Bank Indonesia dan media akan menciptakan ekosistem informasi yang semakin berkualitas serta bermanfaat bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, maupun masyarakat luas.

Ia berharap peningkatan kapasitas jurnalistik yang diikuti dengan pemahaman ekonomi yang lebih baik akan menghasilkan pemberitaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu meningkatkan literasi ekonomi masyarakat serta mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Papua.

"Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata, memperkuat kemitraan yang telah terjalin, dan menjadi langkah bersama dalam menghadirkan informasi ekonomi yang akurat, terpercaya, serta bermanfaat bagi kemajuan Tanah Papua," tutup Warsono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....