BPS: Warga yang Menolak Sensus Berisiko Kehilangan Akses Program Pemerintah

  • 18 Jun 2026 14:26 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jayapura mengingatkan masyarakat agar menerima petugas Sensus Ekonomi 2026. Warga yang menolak pendataan berisiko tidak tercatat dalam basis data yang digunakan pemerintah untuk menyusun berbagai program.

Kepala BPS Kota Jayapura Sugiyanto mengatakan data hasil sensus menjadi rujukan penting dalam perencanaan pembangunan dan program perlindungan sosial. Karena itu, partisipasi masyarakat sangat menentukan akurasi data yang dihasilkan.

“Kalau ada warga yang menolak atau tidak mau didata, sebenarnya akan merugikan warga itu sendiri,” kata Sugiyanto di Jayapura, Kamis, 18 Juni 2026.

Menurutnya, data sensus akan digunakan untuk memperbarui berbagai basis data pemerintah. Hasil pendataan menjadi salah satu acuan dalam penyusunan program sosial dan ekonomi.

“Namanya bisa saja tidak masuk dalam database penduduk yang digunakan pemerintah,” ujarnya.

Sugiyanto menjelaskan petugas Sensus Ekonomi 2026 mulai melakukan pendataan dari rumah ke rumah sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 253 petugas diterjunkan untuk menjangkau seluruh wilayah Kota Jayapura.

Ia mengakui masih ditemukan sejumlah warga yang menolak didata. Namun, BPS akan melakukan kunjungan ulang dengan melibatkan pengawas maupun aparat lingkungan setempat.

“Kami biasanya melakukan kunjungan kembali beberapa hari kemudian,” katanya. “Bisa bersama RT, RW, atau pengawas lapangan.”

Selain pelaku usaha, sensus kali ini juga mendata kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pendataan mencakup pendidikan, kondisi perumahan, kepemilikan aset, hingga aktivitas usaha.

Menurut Sugiyanto, cakupan tersebut berbeda dengan Sensus Ekonomi 2016 yang hanya berfokus pada pelaku usaha. Pada pelaksanaan tahun ini, sektor pertanian juga masuk dalam pendataan karena menjadi bagian penting dalam perhitungan ekonomi nasional.

Ia menambahkan hasil sensus nantinya akan dipublikasikan dan dapat dimanfaatkan pemerintah, pelaku usaha, maupun investor untuk melihat potensi ekonomi di suatu wilayah.

“Kami berharap masyarakat menerima petugas sensus dengan baik karena manfaatnya akan kembali kepada masyarakat sendiri,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....