UNICEF dan Pemprov Papua Evaluasi Program Sanitasi Sekolah Terintegrasi MBG
- 15 Jun 2026 16:38 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - UNICEF bersama Pemerintah Provinsi Papua menggelar kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Program Sanitasi Sekolah Terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M), yang berlangsung disalah satu hotel di Kota Jayapura, Senin (15/06/2026).
Kegiatan ini mempertemukan perwakilan 30 sekolah dasar, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan untuk menilai efektivitas program yang telah berjalan selama 2025–2026.
Dalam keterangannya, WASH Officer UNICEF Papua-Papua Barat, Reza Hendrawan menjelaskan, evaluasi ini merupakan bagian dari dukungan UNICEF bersama mitra pelaksana Yayasan Gapai Harapan Papua dalam memperkuat implementasi MBG di Kota dan Kabupaten Jayapura. Menurutnya, penguatan dilakukan melalui dua jalur utama, yakni dukungan pada dapur penyedia makanan dan penguatan sanitasi di lingkungan sekolah. Untuk sektor sekolah, UNICEF telah mendampingi 30 sekolah dasar yang terdiri atas 15 sekolah di Kota Jayapura dan 15 sekolah di Kabupaten Jayapura.
“Kami melakukan tiga intervensi utama. Pertama, penguatan sarana dan prasarana sanitasi seperti pembangunan fasilitas cuci tangan berkelompok yang dapat digunakan hingga 10 anak secara bersamaan. Kedua, perubahan perilaku hidup bersih dan sehat melalui pembiasaan cuci tangan pakai sabun sebelum mengonsumsi makanan bergizi gratis. Ketiga, penguatan tata kelola agar sekolah mampu mengoperasikan dan memelihara sarana yang telah dibangun,” papar Reza.
Ditambahkan, keberadaan fasilitas cuci tangan berkelompok menjadi solusi atas keterbatasan sarana yang selama ini dimiliki sekolah. Dengan fasilitas tersebut, proses cuci tangan dapat dilakukan lebih cepat sehingga seluruh siswa dapat menerapkan kebiasaan hidup bersih sebelum makan.
Selain pembangunan sarana, UNICEF juga mendorong sekolah memasukkan kebutuhan operasional dan pemeliharaan fasilitas sanitasi ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS), termasuk penyediaan sabun, biaya listrik pompa air, maupun kebutuhan perawatan lainnya.
UNICEF juga memperkuat peran Tim Pelaksana UKS/M serta mendorong pembagian tugas yang jelas antara kepala sekolah, guru, dan siswa dalam menjaga keberlanjutan fasilitas sanitasi. Penerapan jadwal piket siswa menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekolah.
Meski demikian, hasil evaluasi lapangan menunjukkan masih terdapat sejumlah kendala. Beberapa fasilitas cuci tangan mengalami kerusakan, terutama pada bagian keran yang patah akibat penggunaan yang kurang tepat. Kondisi tersebut menjadi catatan penting untuk memperkuat edukasi kepada siswa serta meningkatkan pengawasan dari pihak sekolah.
“Harapannya, jika model ini terbukti berhasil, pemerintah daerah dapat mengalokasikan pendanaan untuk memperluas program ke lebih banyak sekolah. Tidak hanya sekolah dasar, tetapi juga SMP dan SMA di seluruh Tanah Papua,” tegas Reza.
Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Suzana Wanggai, menyampaikan apresiasi kepada UNICEF atas dukungan yang diberikan dalam penguatan UKS/M di sekolah-sekolah.
Menurutnya, program yang dijalankan selama satu tahun terakhir telah mencakup tiga pilar penting, yakni penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pembangunan infrastruktur sanitasi berupa fasilitas cuci tangan berkelompok, serta penguatan manajemen melalui penyusunan perencanaan dan penganggaran sekolah.
“Kegiatan evaluasi ini menjadi momen yang sangat baik bagi sekolah-sekolah untuk melihat sejauh mana program telah berjalan dan bagaimana tindak lanjutnya ke depan. Ini sangat penting, terutama dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Suzana Wanggai.
Suzana menegaskan bahwa keberhasilan program sanitasi sekolah tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, pihak sekolah, hingga mitra pembangunan.
“Yang paling penting adalah kolaborasi. Semua pihak harus bekerja bersama untuk memastikan anak-anak Papua mendapatkan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung tumbuh kembang mereka,” tuturnya.
Melalui evaluasi ini, UNICEF dan Pemerintah Provinsi Papua berharap praktik baik yang telah diterapkan di 30 sekolah percontohan dapat direplikasi secara lebih luas melalui dukungan pendanaan pemerintah daerah, sehingga manfaat program sanitasi sekolah terintegrasi MBG dan UKS/M dapat dirasakan oleh lebih banyak peserta didik di seluruh Papua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....