Festival Cenderawasih, Dorong Transformasi Digital dan Penguatan Ekonomi Papua

  • 13 Jun 2026 08:59 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua kembali menggelar Festival Cenderawasih (Fescend) ke-3 Tahun 2026, yang berlangsung pada 8–21 Juni 2026 di Kota Jayapura. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi dan Transformasi Digital dalam Penguatan Ekonomi Papua yang Inklusif dan Berkelanjutan” sebagai upaya memperkuat ekonomi daerah berbasis digital dan kearifan lokal.

Pembukaan Fescend 2026 dilaksanakan pada 11 Juni 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan sektor ekonomi, dan juga perwakilan dari pemerintah daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono mengatakan, Fescend menjadi wujud nyata sinergi berbagai pihak dalam mendorong transformasi ekonomi Papua yang lebih adaptif dan inklusif.

Menurut Warsono, penguatan ekonomi Papua harus berbasis inovasi, pemanfaatan teknologi digital, serta tetap mengedepankan potensi dan kearifan lokal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

“Melalui sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, mitra kerja, serta seluruh pemangku kepentingan, kita optimistis ekonomi Papua dapat tumbuh lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Warsono.

Adapun rangkaian kegiatan Fescend 2026 terbagi dalam 2 kegiatan besar,

Fescend 2026 menghadirkan sejumlah rangkaian kegiatan utama, yaitu:

1. Fescend Forum (8–12 Juni 2026), terfokus pada penguatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, sertifikasi, business matching pembiayaan, talkshow, serta edukasi ekonomi dan keuangan digital.

2. Fescend Fair (19–21 Juni 2026), Digelar di Mall Jayapura dengan menampilkan pameran UMKM unggulan Papua, QRIS Shopping Rally, talkshow interaktif, hingga berbagai lomba edukasi digital.

“Selain itu, berbagai pre-event juga telah dilaksanakan, antara lain onboarding digital UMKM Program MATOA 2026, pendampingan industri kreatif syariah, sertifikasi halal UMKM dan JULEHA, Papua Economic and Investment Forum (PEIF), serta perluasan penggunaan QRIS melalui SHAFAR,” tutur Warsono.

Lanjut Warsono, pada tahun 2026 ini, Fescend juga menghadirkan inovasi baru berupa Fescend Fair Mart terintegrasi, yang menjadi wadah pemasaran produk UMKM, termasuk produk asli Papua yang telah terkurasi. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas akses pasar, memperkuat ekosistem ekonomi digital, serta meningkatkan daya saing UMKM Papua secara berkelanjutan.

“Fescend 2026 diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekonomi Papua yang inklusif, digital, dan berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” tegas Warsono.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi UKM & Transmigrasi Provinsi Papua, Jimmy A. Y. Thesia, memberikan apresiasi atas konsistensi Bank Indonesia dalam menginisiasi Fescend yang dinilai telah menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Papua, khususnya bagi pelaku UMKM.

“Fescend bukan sekedar perayaan seni dan budaya, melainkan telah menjelma menjadi motor penggerak inovasi, pameran produk unggulan, dan episentrum kolaborasi ekonomi kreatif di Tanah Papua,” ungkap Jimmy A. Y. Thesia.

Untuk itu, Jimmy berharap agar Fescend bisa terus menghadirkan berbagai inovasi yang bisa berdampak luas kepada masyarakat, terutama dalam mendorong geliat ekonomi yang lebih positif di Papua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....