Gubernur Papua: Potensi Ikan 1,3 Juta Ton Baru Tergarap 235 Ribu Ton

  • 08 Jun 2026 10:38 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri mengatakan potensi sumber daya ikan di Papua mencapai sekitar 1,3 juta ton per tahun. Namun hingga kini pemanfaatannya baru sekitar 235 ribu ton.

Fakhiri menilai kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya peluang pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Papua. Karena itu, pemerintah daerah mendorong hilirisasi industri hasil laut untuk meningkatkan nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi.

“2026 menjadi momentum penting bagi transformasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Papua. Kita harus bergerak lebih cepat, lebih adaptif, inovatif, dan terintegrasi menghadapi tantangan global maupun dinamika ekonomi,” kata Fakhiri di Jayapura, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurutnya, Papua yang berada di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 717 memiliki sumber daya kelautan yang besar. Kawasan tersebut meliputi Samudra Pasifik dan Teluk Cenderawasih.

Fakhiri mengatakan potensi tersebut mencakup berbagai komoditas unggulan. Di antaranya tuna, tongkol, cakalang, ikan pelagis, ikan karang, udang, dan rumput laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Untuk mendukung pengembangan industri perikanan, Pemerintah Provinsi Papua terus membangun sarana dan prasarana pendukung. Beberapa fasilitas yang disiapkan antara lain Pelabuhan Perikanan Hamadi di Jayapura, Pelabuhan Perikanan Waiya di Depapre, dan Pelabuhan Perikanan Fandoi di Biak.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua, Iman Djuniawal, mengatakan pemerintah terus menyinergikan program pembangunan sektor perikanan dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan solusi konkret bagi nelayan, pembudidaya ikan, dan pelaku usaha perikanan,” ujar Iman.

Pemerintah Provinsi Papua berharap penguatan sektor kelautan dan perikanan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Selain itu, sektor tersebut juga diharapkan mampu memperluas investasi dan peluang ekspor hasil laut Papua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....