Pasca DOB, Pertanian Jadi Motor Baru Ekonomi Papua

  • 02 Jun 2026 12:48 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Sektor pertanian menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Papua pada triwulan I 2026. Pemerintah Provinsi Papua menilai sektor tersebut kini mengambil peran lebih besar dalam menopang perekonomian daerah pasca pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB).

Kepala Biro Perekonomian Setda Papua Andry mengatakan pertumbuhan ekonomi Papua pada awal 2026 masih ditopang penguatan sektor domestik. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong sektor pertanian, sedangkan dari sisi pengeluaran ditopang konsumsi rumah tangga.

“Kalau dilihat dari sisi produksi itu sektor pertanian, sedangkan dari sisi konsumsi disumbang melalui konsumsi rumah tangga. Itulah dua faktor pendorong utama pertumbuhan ekonomi kita,” kata Andry di Jayapura, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurutnya, struktur ekonomi Papua mengalami perubahan setelah pemekaran wilayah. Jika sebelumnya sektor pertambangan menjadi penopang utama, kini sektor pertanian mulai mengambil peran yang lebih dominan dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Andry menilai sektor pertanian memiliki prospek lebih berkelanjutan untuk mendukung perekonomian Papua dalam jangka panjang. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor primer tersebut.

“Setelah pasca DOB, sektor yang mendominasi itu adalah pertanian. Itulah yang menggambarkan sustainability pertumbuhan kita ke depan,” ujarnya.

Selain pertanian, sektor konstruksi dan jasa juga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Papua. Pemerintah daerah terus mendorong pengembangan layanan pendidikan, kesehatan, dan pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Menurut Andry, kombinasi antara sektor pertanian, jasa, dan pembangunan infrastruktur diharapkan dapat menjaga pertumbuhan ekonomi Papua tetap positif di tengah perubahan struktur ekonomi pasca DOB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....