Pentakosta Pererat Persaudaraan Umat Jawa Katolik
- 25 Mei 2026 20:57 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura — Perayaan Pentakosta Paguyuban Jawa Katolik se-Jayapura menjadi ruang mempererat kebersamaan sekaligus menjaga identitas budaya di tengah keberagaman Papua. Pastor Paroki Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena, Damianus Uropmabin, mengatakan keberagaman suku dan budaya merupakan kekayaan yang perlu dirawat bersama.
“Semangat inilah yang terpancar kuat dari perayaan Pentakosta umat Jawa Katolik di Papua. Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa merantau tidak membuat seseorang kehilangan jati dirinya,” ujarnya.
Menurutnya, identitas sebagai orang Jawa yang hidup di Papua adalah bagian dari kekayaan yang dapat memperkuat persaudaraan lintas budaya.
“Identitas inilah yang kemudian dibawa untuk berbaur, menyatu, dan berakar bersama masyarakat asli Papua. Di tengah perbedaan yang ada, kehadiran Roh Kudus mempersatukan setiap hati yang berbeda latar belakang,” katanya.
Ia berharap tradisi ini terus berlanjut dan tidak hanya dilakukan saat Pentakosta, tetapi juga pada perayaan-perayaan besar lainnya.
“Meski bahasa dan karakter setiap suku berbeda-beda, esensi dari semuanya adalah sama: memuliakan satu Tuhan yang sama,” ujarnya.
Seluruh rangkaian misa menggunakan bahasa Jawa dan diikuti umat dari Paroki Katedral, APO, Argapura, Kotaraja, Abepura, Koya, Waena, hingga Sentani.
Usai misa, umat mengikuti ramah tamah dan menikmati kuliner khas Jawa sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus mempererat persaudaraan di tanah rantau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....