UNICEF Bersama Pemerintah dan KOICA Perkuat Layanan Kesehatan Ibu & Anak di Papua

  • 19 Mei 2026 12:44 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura ~ UNICEF Papua bersama Pemerintah Indonesia dan KOICA (Korea International Cooperation Agency), menggelar Lokakarya Penajaman Desain Program Penguatan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi di Tanah Papua, yang berlangsung di Kota Jayapura, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan peluncuran program EMBRACE Papua atau Equity on Maternal and Neonatal Care yang ditujukan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi di Tanah Papua pada periode 2025–2029.

Lokakarya dibuka oleh Pelaksana Harian Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas, Inti Wikanestri, yang menjelaskan bahwa program EMBRACE Papua sendiri memiliki tiga fokus utama, yakni penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam pelayanan ibu dan anak, penguatan sistem kesehatan daerah, serta pemberdayaan masyarakat dalam perawatan ibu dan bayi dan perilaku mencari layanan kesehatan.

“Berdasarkan data Survei Long Form BPS Tahun 2020, angka kematian ibu dan bayi di Tanah Papua tercatat dua hingga tiga kali lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dan mitra pembangunan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik wilayah Papua,” kata Inti Wikanestri.

Dikesempatan yang sama, Chief of Field Office UNICEF Papua, Aminuddin Mohammad Ramdan mengatakan, kegiatan ini bertujuan mempertajam desain program agar intervensi yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Papua memiliki karakteristik wilayah yang berbeda-beda, ada pegunungan, dataran rendah, pesisir rawa, hingga kepulauan. Karena itu strategi pelayanan kesehatan yang dilakukan juga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah,” tutur Aminuddin Ramdan.

Ia menjelaskan, terdapat tujuh kabupaten yang menjadi lokasi percontohan program dengan tantangan geografis dan sosial yang berbeda. Melalui lokakarya selama dua hari tersebut, pemerintah daerah dilibatkan untuk menyusun strategi pelayanan yang lebih kontekstual.

Menurut Aminuddin, tingginya angka kematian ibu dan bayi di Papua dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keterbatasan akses layanan kesehatan, ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan, kualitas pelayanan, hingga faktor sosial budaya dan perilaku masyarakat dalam mencari pertolongan medis.

“Dalam proses persalinan sering kali ibu dan bayi tidak mendapatkan layanan yang optimal sehingga berisiko menyebabkan kematian. Karena itu penguatan sistem pelayanan kesehatan menjadi sangat penting,” kata Aminuddin Ramdan.

Ditegaskan, UNICEF tidak menjalankan program tanpa dukungan pemerintah. Penyusunan program EMBRACE Papua dilakukan bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian PPN/Bappenas sejak tahap perencanaan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kasubdit Kesehatan, Sosial, Catatan Sipil dan Kependudukan pada Bapperida Provinsi Papua, Parulian Paradede menyambut baik kolaborasi yang dilakukan UNICEF bersama pemerintah pusat.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat relevan dengan kondisi Papua yang masih menghadapi tingginya angka kematian ibu dan bayi dibandingkan daerah lain di Indonesia.

“Tujuan kegiatan ini sangat penting, mulai dari penguatan tenaga kesehatan, penguatan sistem pelayanan kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat. Ketiganya harus berjalan bersama agar upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi dapat berhasil,” ujarnya.

Parulian menambahkan, para peserta lokakarya diharapkan mampu menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di daerah masing-masing agar dapat dirumuskan solusi yang tepat sasaran. Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat efisiensi anggaran.

Lokakarya tersebut diikuti perwakilan kementerian, pemerintah provinsi di Tanah Papua, pemerintah kabupaten terpilih, organisasi profesi kesehatan, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta tokoh adat dan tokoh agama. Diharapkan hasil lokakarya dapat menghasilkan desain program yang lebih matang dan menjadi dasar penguatan kebijakan kesehatan ibu dan anak di Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....