Polda Papua Siagakan 3 SSK Brimob Antisipasi Konflik Susulan di Jayawijaya
- 15 Mei 2026 16:06 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Polda Papua mengintensifkan langkah upaya penanganan konflik horizontal antara dua kelompok masyarakat di Kabupaten Jayawijaya dengan menyiapkan tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob untuk membantu pengamanan dan mengantisipasi konflik susulan di wilayah tersebut.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat mitigasi penanganan konflik yang dipimpin langsung Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, di Mapolda Papua, Koya Koso, Kota Jayapura.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito mengatakan, rapat tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Kapolres Jayawijaya, serta Kapolres Lanny Jaya guna menyusun langkah strategis menghentikan konflik yang telah menimbulkan korban jiwa.
“Pemerintah kabupaten sebagai leading sector penanganan konflik berkoordinasi dengan kami selaku aparat keamanan untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam rangka menghentikan konflik dan mencegah jatuhnya korban lebih banyak,” ujar Kombes. Pol. Cahyo Sukarnito, Jumat (15/05/2026).
Menurutnya, Polda Papua telah menurunkan personel Brimob untuk memperkuat pengamanan di wilayah hukum Polres Jayawijaya. Selain itu, Polres Jayawijaya juga mendapat dukungan personel dari Polres Lanny Jaya.
“Untuk situasi terkini, dari Polda Papua telah menurunkan satuan Brimob untuk mem-backup Polres Jayawijaya. Kami sementara berada di tengah-tengah untuk memecah konsentrasi massa dan pertikaian berhasil dihentikan,” ujar Kabid Humas Polda Papua.
Kombes. Pol. Cahyo menambahkan, sesuai atas arahan Kapolda Papua, Satbrimob Polda Papua juga telah menyiapkan tiga SSK Brimob dalam status siaga, untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.
“Satbrimob Polda Papua telah menyiapkan tiga SSK standby untuk melihat perkembangan situasi lebih lanjut, dan untuk membantu personil yang sudah tergelar di Jayawijaya,” tegas Kabid Humas.
Dijelaskan, Polda Papua juga terus melakukan pengamanan di sejumlah titik rawan serta memperkuat koordinasi dengan tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah guna mendorong penyelesaian konflik secara damai.
Konflik tersebut diketahui dipicu persoalan lama yang belum terselesaikan terkait penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan seorang anggota DPR Kabupaten Lanny Jaya tewas di lokasi kejadian pada 2024 lalu. Situasi semakin kompleks setelah upaya mediasi dan pembayaran denda adat menemui jalan buntu, dan berujung pada aksi saling serang yang masih kerap terjadi hingga saat ini.
Terkait dengan itu, Kabid Humas Polda Papua mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya serta mendukung upaya penyelesaian konflik melalui dialog dan pendekatan adat demi menjaga stabilitas keamanan di Jayawijaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....