Disorda Papua Pangkas Biaya Listrik Venue PON hingga 63 Persen

  • 07 Mei 2026 08:05 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Papua memangkas biaya listrik venue peninggalan PON XX Papua hingga lebih dari 63 persen. Penghematan dilakukan melalui penyesuaian beban listrik dan pengaturan penggunaan fasilitas olahraga.

Plt Kepala Disorda Papua, Laurens Wantik mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari reformasi pengelolaan venue olahraga di Papua. Penyesuaian dilakukan karena sebagian venue masih menggunakan standar kebutuhan listrik saat pelaksanaan PON.

“Kami melakukan optimalisasi venue olahraga peninggalan PON dengan menurunkan beban listrik di seluruh venue. Biaya listrik yang sebelumnya hampir Rp5,5 miliar sekarang turun menjadi sekitar Rp2 miliar,” ujarnya kepada RRI, Kamis 7 Mei 2026.

Ia menjelaskan, penghematan dilakukan dengan mengatur penggunaan venue berdasarkan fungsi dan kebutuhan operasional. Seluruh fasilitas olahraga kini dibagi dalam beberapa kategori penggunaan.

“Ada venue yang kami targetkan untuk event dan menghasilkan pendapatan, ada yang dipakai latihan, dan ada yang statusnya siaga. Pengaturan ini berdampak langsung terhadap efisiensi operasional,” kata Laurens.

Menurutnya, venue yang diprioritaskan untuk kegiatan utama di antaranya Istora Papua Bangkit dan GOR APO. Sementara sejumlah venue lain digunakan secara terbatas sesuai kebutuhan kegiatan olahraga.

“Venue seperti di Doyo, Mandala, dan lintasan di Kampung Harapan sebagian statusnya standby atau digunakan sewaktu-waktu. Karena itu kebutuhan operasionalnya juga disesuaikan,” ujar dai menambahkan..

Selain efisiensi listrik, Disorda Papua juga mulai menata pengelolaan venue melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) sarana-prasarana. Sebagian staf kini ditempatkan langsung di kawasan venue olahraga.

“UPTD sekarang menangani seluruh venue dan sebagian staf sudah berkantor di kawasan Istora Papua Bangkit. Langkah ini dilakukan agar pengelolaan fasilitas olahraga lebih terkontrol,” kata ia.

Ia menambahkan, hasil penghematan operasional venue nantinya akan dialihkan untuk mendukung pembinaan olahraga dan pemberdayaan pemuda di Papua. Pemerintah daerah ingin pengelolaan aset olahraga berdampak langsung terhadap pengembangan atlet dan generasi muda.

“Hasil penghematan ini akan dipakai untuk pembinaan olahraga dan pemberdayaan pemuda. Kami ingin menyongsong Papua sebagai provinsi olahraga,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....