Permintaan Tinggi, Produksi Sagu Papua Terkendala Pola Tradisional
- 04 Mei 2026 06:37 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Tingginya permintaan sagu Papua belum diimbangi dengan kapasitas produksi petani. Kondisi ini menjadi tantangan dalam pengembangan komoditas pangan lokal tersebut.
Dinas Pertanian Papua menyebut sebagian besar petani sagu masih menggunakan metode tradisional. Produksi yang dihasilkan pun lebih banyak untuk konsumsi rumah tangga.
“Petaninya masih tergolong tradisional. Sehingga produksi lebih banyak untuk kebutuhan sendiri," kata Plt. Kepala Dinas Pertanian Papua, Lunanka Daimboa, Senin, 4 Mei 2026.
Ia menjelaskan, peran dinas pertanian saat ini masih difokuskan pada sektor hulu. Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam budidaya sagu.
“Kami di dinas hanya di hulu, bagaimana membina petani untuk bisa memproduksi. Supaya ini bisa menjadi sumber pendapatan keluarga," ucapnya.
Ia menegaskan, pengembangan sagu tetap menjadi prioritas sebagai pangan lokal Papua. Pemerintah juga mendorong agar komoditas ini tidak ditinggalkan di tengah program lain.
“Kita tidak tinggalkan pangan lokal. Sagu tetap didorong sebagai komoditas unggulan daerah," ujar Lunanka
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....