Wamenkes Nilai Penanganan TB dan Kasus Kusta Masih Rendah di Papua

  • 29 Apr 2026 08:29 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menilai penanganan kasus tuberkulosis di Papua masih rendah. Hal ini terlihat dari masih banyaknya kasus yang belum terdeteksi dan diobati.

Dalam Rakontek di Jayapura, Selasa, 28 April 2026, ia menyebut estimasi kasus TB di enam provinsi Papua mencapai hampir 40 ribu. Namun, penanganannya belum optimal.

“Di Papua Pegunungan saja terdapat sekitar 5.700 kasus, namun yang terdeteksi dan diobati baru 42 persen. Artinya masih ada 58 persen yang belum tertangani dan berpotensi menularkan ke masyarakat," kata Benjamin.

Selain TB, ia juga menilai kasus kusta di Kota Jayapura masih tinggi. Kota ini bahkan masuk dalam lima wilayah dengan kasus kusta tertinggi di Indonesia.

“Kita harus bereskan kasus kusta dari Kota Jayapura. Ini bukan daerah pegunungan, ini di tengah kota. Jadi harus bisa diselesaikan," ucapnya.

Di sisi lain, menurutnya, tata laksana pasien di fasilitas kesehatan menjadi penting. Sebab penanganan yang tidak tepat berisiko memperluas penularan.

“Jangan sampai pasien TB bercampur dengan pasien lain. Ini tidak boleh terjadi. TB harus dirawat di ruang isolasi," kata dia lagi.

Benjamin menambahkan edukasi dan komitmen lintas sektor menjadi kunci percepatan eliminasi. Upaya ini diperlukan untuk menekan penularan dan meningkatkan layanan kesehatan di Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....