Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Papua, Dorong Penguatan Zakat Produktif

  • 27 Apr 2026 15:14 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAZ) Provinsi Papua periode 2026–2031 resmi dibuka. Kegiatan berlangsung Aula Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua, Senin (27 April 2026).

Mewakili Gubernur Papua, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesra, Yohanes Walilo membuka resmi kegiatan tersebut. Hadir pula perwakilan Direktorat Pemberdayaan Zakat Wakaf Kemenag RI, Nur Pratomo Eko Baskoro.

Turut hadir, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran. Selain itu dihadiri juga para peserta seleksi.

Dalam sambutannya, Yohanes Walilo menegaskan seleksi bukan sekadar administratif melainkan langkah strategis menentukan pengelolaan zakat Papua ke depan. Ia menekankan pentingnya pimpinan yang kredibel, berdaya, serta mampu menghadirkan program produktif berdampak nyata bagi masyarakat luas.

“BAZNAS Papua ke depan harus menjadi lembaga yang profesional, transparan, dan akuntabel. Selain itu, mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Asisten Sekda juga menyoroti dukungan terhadap program prioritas, seperti kampung zakat serta pemberdayaan ekonomi umat di wilayah terpencil. Program tersebut menjadi bagian penting, dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya daerah yang sulit dijangkau pelayanan pembangunan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kabiro Pemerintahan Otsus dan Kesra Setda Papua Herman LCK, menyampaikan terkait proses seleksi. Mewakili Ketua Pansel, ia menegaskan seleksi dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang, Peraturan Pemerintah Nomor, serta Peraturan Menteri Agama (PMA).

Kabiro menjelaskan, proses seleksi bertujuan menjamin transparansi dan akuntabilitas. Diketahui sudah terjaring sepuluh calon terbaik untuk diusulkan.

"Peserta yang lolos administrasi, berjumlah 17 orang seluruhnya laki-laki dengan latar belakang pendidikan S1 hingga S3.). Mereka juga berasal dari unsur ulama, tenaga profesional, dan tokoh masyarakat Islam,” katanya.

Tahapan seleksi meliputi pendaftaran administrasi, tes kompetensi, wawancara. Penetapan akhir, dijadwalkan berlangsung awal Mei 2026.

Kabiro menambahkan, zakat memiliki peran strategis mendukung visi Papua Cerdas Sejahtera dan Harmoni melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, zakat tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan penguatan solidaritas sosial.

“Penguatan zakat produktif dan sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab tantangan. Di antaranya kemiskinan dan kesenjangan di Papua,” ucapnya.

Di sisi lain, Kakanwil Klemens Taran, dalam sesi wawancara menyampaikan apresiasi terselenggaranya proses seleksi sesuai jadwal nasional. Ia menegaskan, bahwa Kementerian Agama memiliki peran pembinaan dan dukungan teknis dalam pengelolaan zakat.

"Kami berharap proses seleksi ini dapat menghasilkan pimpinan BAZNAS yang kredibel dan akuntabel. Selain itu mampu menjalankan tugas secara profesional, sehingga pengelolaan zakat benar-benar memberi dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....