Festival Sagu Papua 2026 Dorong Perlindungan Produk Lokal dan Penguatan Ekonomi
- 24 Apr 2026 23:29 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua menggelar Festival Sagu Papua 2026 di halaman Kantor Gubernur Papua. Kegiatan yang berlangsung mulai 24 hingga 26 April ini melibatkan puluhan UMKM olahan sagu.
Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen mengatakan festival ini menjadi momentum untuk mendorong penguatan kekayaan intelektual serta pengembangan potensi lokal Papua. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga identitas budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kekayaan intelektual bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga benteng budaya dan sumber kekuatan ekonomi,” katanya, Jumat, 24 April 2026.
Ia menjelaskan perlindungan melalui indikasi geografis, hak cipta, dan merek perlu diperkuat agar produk asli Papua tidak diklaim pihak lain. Selain itu, perlindungan tersebut juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. “Melalui perlindungan ini, karya dan produk asli Papua bisa terlindungi sekaligus memberi nilai ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, sagu memiliki peran strategis sebagai sumber pangan sekaligus identitas budaya masyarakat Papua. Karena itu, pengelolaannya perlu dikembangkan tanpa meninggalkan nilai tradisional. “Sagu bukan hanya sumber pangan, tetapi simbol kearifan lokal dan keberlanjutan,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya perlindungan pengetahuan tradisional terkait sagu melalui skema kekayaan intelektual komunal agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat adat. “Pengetahuan tradisional harus dilindungi agar memberi manfaat bagi masyarakat sebagai pemiliknya,” katanya.
Rumaropen mengajak pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sagu. "Melalui festival ini, diharapkan terbentuk ekosistem yang mendukung penguatan ekonomi berbasis potensi lokal Papua," ujar dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....