Satgas ODC Melaksanakan Patroli Usai Kontak Tembak di Yahukimo

  • 19 Apr 2026 15:35 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Pasca insiden kontak tembak yang terjadi pada Rabu, 15 April 2026 lalu, di Kampung Samboga, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) langsung melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mengungkap pelaku dari penambakan tersebut.

Wakasatgas Humas Operasi damai Cartenz, AKBP. Andria mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku diduga merupakan bagian dari kelompok KKB Kodap XVI Yahukimo. Sebagai bagian dari rangkaian upaya tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan kegiatan patroli taktis yang dilanjutkan dengan penyisiran di wilayah Yahukimo, Papua, pada Jumat (17/4) malam hingga Sabtu (18/4).

“Kegiatan ini difokuskan pada sejumlah jalur yang selama ini diketahui kerap digunakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), sebagai bagian dari langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan,” kata AKBP. Andria, Minggu (19/04/2026).

Ditambahkan, selain melakukan pemantauan, personel satgas Ops Damai Cartenz juga melaksanakan penyisiran di beberapa titik, yang diduga menjadi lokasi persinggahan kelompok tersebut. Upaya ini bertujuan memastikan area dalam kondisi aman serta meminimalisasi potensi ancaman yang dapat berdampak pada stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaan penyisiran di area Camp PT. Indo Papua, yang diduga menjadi tempat persinggahan KKB Kodap XVI Yahukimo, Satgas Operasi Damai Cartenz turut mengamankan sejumlah barang, antara lain 133 anak panah, 17 busur panah, 8 bilah parang, 3 buah kapak, 2 mata kapak, 1 kapak kayu, 6 pucuk senapan angin, 1 bilah pisau sangkur, serta 1 unit telepon genggam.

“Kegiatan patroli taktis dan penyisiran ini merupakan bagian dari metode pengamanan yang dilakukan secara terukur, dengan mengedepankan deteksi dini guna mencegah potensi gangguan sebelum berkembang lebih jauh,” ujar AKBP. Andria.

Ditegaskan, penyisiran ini merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua, khususnya di daerah dengan tingkat kerawanan tertentu, dan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang sistematis.

“Kami terus memperkuat langkah pencegahan melalui patroli dan pemantauan di titik-titik yang memiliki potensi kerawanan. Hal ini penting agar situasi keamanan tetap terkendali,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....