BI Papua Pastikan Ketersediaan Rupiah hingga Wilayah 3T
- 17 Apr 2026 22:36 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Bank Indonesia Provinsi Papua terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, serta kondisi layak edar hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Sepanjang Maret 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua telah melaksanakan sejumlah kegiatan Kas Keliling Luar Kota (KKLK) guna memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat dalam mendukung aktivitas perekonomian sehari-hari.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, mengatakan bahwa kegiatan KKLK merupakan bentuk nyata komitmen BI dalam menjaga kelancaran distribusi Rupiah, khususnya di wilayah dengan akses terbatas terhadap layanan perbankan.
“Melalui kegiatan kas keliling, kami memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap mendapatkan akses terhadap uang Rupiah yang layak edar, sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya merawat uang,” ujar Warsono, Kamis (16/04/2026).
Kegiatan KKLK pertama dilaksanakan pada 5–7 Maret 2026 di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom. Tim menempuh jalur darat dengan medan yang cukup menantang untuk menjangkau masyarakat. Selain layanan penukaran uang, BI juga memberikan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah sebagai upaya meningkatkan literasi masyarakat terhadap fungsi dan peran Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.
Selanjutnya, kegiatan KKLK berlangsung pada 10–11 Maret 2026 di Distrik Supiori Selatan, Kabupaten Supiori. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemerataan distribusi Uang Layak Edar (ULE) sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat terhadap penggunaan dan perawatan uang Rupiah.
Pada akhir Maret, tepatnya 27–30 Maret 2026, BI Papua juga menggelar KKLK secara simultan di wilayah 3T meliputi Kabupaten Paniai, Deiyai, dan Dogiyai. Wilayah pegunungan dengan akses terbatas serta tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transaksi tunai menyebabkan uang beredar lebih lama dan rentan mengalami kerusakan fisik.
“Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas uang yang beredar. Oleh karena itu, BI terus meningkatkan intensitas layanan kas keliling sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri uang layak edar dan cara merawatnya,” tegas Warsono.
Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Papua akan terus memperluas jangkauan layanan kas melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan perbankan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kehadiran Rupiah secara merata hingga ke seluruh pelosok Papua, termasuk wilayah 3T.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....