Fragmen Penyaliban Warnai Ibadah Jumat Agung di Jayapura

  • 03 Apr 2026 10:07 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Suara teriakan dan cambukan terdengar di halaman Gereja GKI Syaloom Pasifik Indah, Kota Jayapura, Jumat pagi, 3 April 2026. Sejumlah pemuda berpakaian tentara Romawi mengelilingi seorang pemuda berjubah putih.

Di sisi kanannya, sebatang salib disiapkan. Pemuda itu berjalan pelan, sesekali didorong, lalu dicambuk. Wajahnya tertunduk, langkahnya tersendat menuju pintu gereja.

Beberapa jemaat berdiri mengikuti jalannya adegan. Ada yang menunduk, ada yang mengusap mata. Suasana berubah hening saat rombongan masuk ke dalam gereja.

Fragmen berlanjut di dalam. Pemuda berjubah putih itu kemudian disalibkan dalam adegan yang dimainkan secara simbolis.

Adegan itu menggambarkan peristiwa penyaliban Yesus Kristus. Fragmen tersebut menjadi bagian dari ibadah Jumat Agung di jemaat GKI Syaloom Pasifik Indah yang dihadiri ratusan orang.

Ibadah dipimpin langsung oleh Pendeta Pieter Lewier. Dalam khotbahnya, ia mengingatkan jemaat tentang makna kepedulian dan pengorbanan Allah kepada manusia. “Kepedulian Allah berarti Allah sungguh-sungguh mengasihi, memperhatikan, dan merasa iba kepada manusia,” kata Pieter Lewier.

Ia menjelaskan, dosa telah merusak hubungan manusia dengan Allah dan membuat manusia terpisah dari-Nya. Karena itu, kematian Yesus di kayu salib menjadi jalan keselamatan. “Yesus disalibkan untuk mengampuni dosa dan menyelamatkan manusia,” ujarnya.

Menurutnya, melalui perayaan Jumat Agung, jemaat diingatkan kembali bahwa penyaliban Yesus merupakan tanda kasih Allah yang nyata. "Pengorbanan tersebut menjadi dasar iman umat Kristen dalam memahami keselamatan," ucapnya lagi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....