Stok Beras Aman Jelang Paskah, Penyerapan Gabah Terus di Optimalkan
- 02 Apr 2026 11:56 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Papua, Ahmad Mustari, memastikan ketersediaan beras di wilayah Papua dalam kondisi aman menjelang perayaan Paskah. Hingga saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ahmad Mustari menjelaskan, total stok beras yang tersedia di gudang Bulog mencapai sekitar 18.142 ton. Selain itu, terdapat tambahan sekitar 7.400 ton yang masih dalam proses bongkar dari pelabuhan menuju gudang. Dengan demikian, total ketersediaan beras diperkirakan mencapai 25.542 ton.
“Untuk menyambut Paskah, kami jamin stok beras cukup. Ini tersebar di seluruh wilayah kerja kami yang membawahi 10 cabang,” ujarnya, Kamis (02/04/2026).
Di sisi lain, Bulog juga terus melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani, khususnya di wilayah Papua Selatan. Namun, hingga saat ini capaian penyerapan masih relatif rendah.
“Untuk wilayah Papua Selatan, setara beras yang sudah terserap baru mencapai 1.176 ton dari target tahunan sebesar 27.685 ton, atau sekitar 4,25 persen,” jelasnya.
Menurut Ahmad Mustari, rendahnya penyerapan tersebut dipengaruhi oleh kondisi produksi yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama di tahun 2025, penyerapan bahkan sempat mencapai hampir 6.000 ton.
| Baca juga: Stok Energi di Papua Maluku Aman |
“Produksi tahun ini memang menurun. Ini menjadi fenomena yang sedang kami dalami, kemungkinan besar dipengaruhi faktor cuaca,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi pertanian di Papua yang tidak mengenal musim panen maupun musim kemarau secara pasti membuat pola produksi cenderung fluktuatif. Bahkan, ditemukan fenomena tanaman padi yang tiba-tiba mengalami kerusakan meski sebelumnya terlihat tumbuh baik.
Selain beras, Bulog juga terus melakukan pengawasan terhadap distribusi minyak goreng di pasaran guna menjaga stabilitas harga. Pihaknya telah menyalurkan minyak ke pasar dan memastikan tidak terjadi permainan harga yang merugikan masyarakat.
Terkait program bantuan pangan, Ahmad Mustari menyebutkan bahwa komoditas beras telah siap disalurkan di seluruh gudang Bulog. Namun, distribusi masih menunggu kedatangan pasokan minyak goreng yang saat ini masih dalam perjalanan.
“Minyak goreng untuk bantuan pangan masih dalam proses pengiriman, jumlahnya sekitar 3,3 juta liter untuk enam provinsi. Setelah itu tiba, baru akan kita salurkan bersama dengan beras,” ungkapnya.
Bulog juga menyambut baik program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang telah mulai dilaksanakan di Provinsi Papua. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi padi dan mendukung swasembada beras di wilayah Papua ke depan.
“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya sektor pertanian, agar program cetak sawah ini bisa berjalan optimal dan berdampak pada peningkatan produksi,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....