Kakanwil Kemenag Provinsi Papua Lantik Tiga Pejabat Administrator

  • 18 Mar 2026 02:53 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, melantik tiga pejabat administrator pada Jumat (13 Maret 2026). Pelantikan dilakukan berdasarkan keputusan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, terkait penataan dan penguatan organisasi di lingkungan Kementerian Agama.

Tiga pejabat yang dilantik yakni, Muslimin Yelipele, M. Muzakir A, dan Wilhelmus Kolyaan, yang akan mengemban tugas baru. Mereka dipercaya menduduki jabatan strategis? dalam mendukung peningkatan pelayanan keagamaan serta pendidikan keagamaan di wilayah Papua.

Muslimin Yelipele, dilantik sebagai Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam, berdasarkan keputusan Menteri Agama yang telah ditetapkan sebelumnya. Sebelumnya, ia menjabat analis kebijakan ahli muda pada bidang haji dan bimbingan masyarakat Islam di Kanwil Kemenag Papua.

Muzakir A, dilantik sebagai Kepala Bidang Pendidikan Islam menggantikan posisi sebelumnya pamong belajar ahli muda pada bidang tersebu Pengangkatan tersebut didasarkan pada keputusan Menteri Agama, sebagai bagian dari penataan organisasi di lingkungan Kementerian Agama Papua.

Wilhelmus Kolyaan, dilantik sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asmat berdasarkan keputusan Menteri Agama. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asmat.

Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Ia mengingatkan, bahwa kepercayaan tersebut harus diimbangi dengan komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat secara profesional dan berkelanjutan.

“Pelantikan bukan karena faktor kedekatan ataupun latar belakang tertentu, semua melalui proses perjalanan karier dan kinerja saudara-saudara sekalian. Karena itu, kepercayaan ini harus dijaga dengan pengabdian yang sungguh-sungguh,” ujar Klemens.

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan bentuk kepercayaan negara yang harus diimbangi dengan dedikasi tinggi dalam membangun unit kerja masing-masing.

Setelah pelantikan, para pejabat diminta segera kembali ke unit kerja untuk melakukan pemantapan internal. Selain itu agar melanjutkan program-program yang telah berjalan.

“Segera lakukan rapat koordinasi internal di unit kerja masing-masing, program yang sudah berjalan dengan baik harus dilanjutkan. Namun jika ada kebiasaan atau pola kerja yang menghambat pelayanan, maka perlu dilakukan perubahan,” katanya.

Kakanwil juga menekankan pentingnya menghadirkan kepemimpinan yang mampu membawa perubahan positif dalam organisasi. Khususnya pada Bidang Pendidikan Islam, Bidang Bimbingan Masyarakat Islam, serta Kantor Kemenag Kabupaten Asmat. Ia menilai peran ketiga unit tersebut sangat strategis dalam memperkuat pelayanan keagamaan dan pendidikan keagamaan di Provinsi Papua.

Selain itu, Kakanwil menyoroti pentingnya penguatan basis data pada bidang pendidikan Islam dan pelayanan keagamaan. Ia menegaskan seluruh data terkait madrasah, guru, rumah ibadah, serta kondisi umat harus tersedia secara lengkap dan akurat.

“Ke depan tidak boleh ada lagi madrasah yang tidak tercatat atau guru yang tidak terdata, semua harus jelas. Data ini sangat penting karena sering kali Kemenag harus menyampaikan kondisi riil daerah dalam berbagai forum nasional,” ucapnya.

Kakanwil mengingatkan bahwa seluruh program kerja di lingkungan Kemenag harus mengacu pada kebijakan penting kementerian. Termasuk penguatan kerukunan umat beragama, pengembangan pendidikan keagamaan, serta implementasi konsep ekoteologi dalam kehidupan beragama.

Dalam arahannya, Kakanwil juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi internal dalam instansi. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu membina seluruh pegawai dengan pendekatan yang bijaksana.

“Dalam sebuah instansi pasti ada dinamika, ada yang cepat menyesuaikan diri, ada pula yang perlu dibina. Tugas pemimpin adalah membina dan mengarahkan agar seluruh pegawai dapat bekerja secara maksimal,” ujarnya.

Ia bahkan memberikan waktu enam bulan kepada para pejabat yang baru dilantik. Hal ini untuk menghadirkan inovasi dan perbaikan kinerja di unit kerja masing-masing.

“Saya memberikan waktu enam bulan untuk melakukan inovasi di internal. Setelah itu akan dilakukan evaluasi terhadap capaian yang telah dilakukan,” tegasnya.

Kakanwil berujar sangat penting kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas. Termasuk menjaga komunikasi yang responsif terhadap berbagai kebutuhan pelayanan.

“Mulai hari ini, komunikasi dinas harus selalu aktif, telepon dan pesan terkait pekerjaan harus segera direspons. Ini penting karena banyak informasi yang membutuhkan respon cepat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....