Merajut Inklusi lewat Kelas Bahasa Isyarat di Jayapura

  • 17 Mar 2026 20:45 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura: Komunitas di Balik Perempuan bersama Komunitas Tuli Jayapura menghadirkan ruang belajar yang edukatif, inklusif, dan interaktif. Hal itu tersaji dalam kegiatan Belajar Bahasa Isyarat yang digelar di Marora Cafe Jayapura pada Minggu, (15 Maret 2026).

Kegiatan tersebut, berawal dari kendala komunikasi yang menjadi fondasi penting membangun hubungan sosial yang sehat di tengah masyarakat. Namun, masih banyak teman tuli yang menghadapi hambatan, karena minimnya pemahaman masyarakat terhadap bahasa isyarat.

Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), hadir sebagai jembatan untuk menciptakan komunikasi yang inklusif dan setara. Dengan mempelajari dasar-dasarnya, masyarakat khususnya perempuan dan anak muda dapat lebih terbuka terhadap keberagaman.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peran perempuan muda dalam menciptakan ruang sosial yang lebih ramah. Selain itu, kegiatan ini menanamkan nilai kesetaraan dan kepedulian terhadap akses komunikasi bagi semua kalangan.

Tujuan utama kegiatan ini adalah mengenalkan dasar-dasar BISINDO kepada masyarakat luas. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya komunikasi inklusif. Tujuan lain adalah, mempererat hubungan antara masyarakat umum dan komunitas tuli di Jayapura.

Awalnya kegiatan ini menyasar perempuan dari berbagai kalangan sebagai peserta utama. Namun, antusiasme yang tinggi membuat panitia juga mengakomodasi laki-laki dan anak-anak hingga total peserta mencapai 50 orang.

Materi yang diberikan meliputi salam, perkenalan diri, hingga alfabet dalam bahasa isyarat. Peserta juga belajar kata-kata sederhana, serta melakukan praktik komunikasi melalui games interaktif yang menyenangkan.

Sebanyak sepuluh mentor dari Komunitas Tuli Jayapura dan lima juru bahasa isyarat, mendampingi peserta dalam lima kelompok belajar. Antusiasme peserta terlihat tinggi, bahkan beberapa di antaranya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin di masa mendatang.

Melalui pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, mereka dapat menjadi teman dengar, bahkan berkembang menjadi juru bahasa isyarat di kemudian hari.

Kegiatan ini menjadi langkah kecil untuk menghapus sekat antara teman tuli dan teman dengar. Diharapkan, semakin banyak masyarakat yang peduli dan menyadari pentingnya bahasa isyarat dalam menciptakan lingkungan yang inklusif.

Setiap materi yang disampaikan oleh Komunitas Tuli Jayapura menjadi bekal berharga bagi peserta. Pembelajaran ini membuka wawasan baru tentang pentingnya empati dalam berkomunikasi.

Ke depan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk belajar bahasa isyarat. Komunitas Tuli Jayapura juga berencana kembali menggelar kelas serupa pada bulan Mei mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....