Bank Indonesia Perkuat Penyediaan Rupiah di Wilayah 3T Papua
- 16 Mar 2026 12:35 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Bank Indonesia terus memperkuat penyediaan uang Rupiah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Tanah Papua melalui program Kas Keliling Luar Kota (KKLK). Sepanjang Februari 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua telah melaksanakan tiga kegiatan kas keliling untuk memastikan ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan dalam kondisi layak edar bagi masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono mengatakan, kegiatan kas keliling ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran serta mendukung aktivitas perekonomian masyarakat di berbagai wilayah Papua.
Kegiatan pertama dilaksanakan pada 3–4 Februari 2026 di Kabupaten Waropen. Tim kas keliling yang dikenal sebagai “Pejuang Rupiah” menempuh perjalanan udara menggunakan pesawat caravan dan mendarat di Bandara Botawa sebelum membuka layanan penukaran uang di Pasar Uri dan Bank Papua Waropen.
“Masyarakat memanfaatkan layanan ini untuk menukarkan uang tidak layak edar menjadi uang layak edar sekaligus mendapatkan edukasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah,” kata Warsono.
Ditambahkan, kegiatan serupa juga digelar di Distrik Atsj, Kabupaten Asmat, Papua Selatan pada tanggal yang sama. Tim kas keliling menempuh perjalanan dari Jayapura menuju Timika, kemudian melanjutkan penerbangan ke Asmat dan perjalanan menggunakan kapal dari Agats menuju Distrik Atsj. Selain melayani penukaran uang, tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara merawat uang rupiah, mengingat kondisi wilayah yang didominasi rawa dengan tingkat kelembapan tinggi yang dapat mempercepat kerusakan uang.
Selanjutnya, layanan kas keliling dilaksanakan di Wamena, Papua Pegunungan pada 10–11 Februari 2026. Kehadiran kas keliling difokuskan untuk memenuhi kebutuhan uang pecahan kecil bagi masyarakat dan pedagang di pasar tradisional. Kota Wamena sebagai pusat perekonomian di Papua Pegunungan kerap menghadapi tantangan keterbatasan uang pecahan kecil yang berdampak pada transaksi jual beli dan pengendalian inflasi.
Menurut Warsono, distribusi uang pecahan kecil diharapkan dapat membantu kelancaran transaksi masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga di pasar. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan penukaran uang yang tersedia secara rutin di perbankan.
“Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperluas jangkauan layanan kas melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan perbankan agar rupiah dapat hadir di seluruh pelosok Papua, termasuk wilayah 3T,” tegas Warsono.
Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk merawat rupiah dengan menerapkan prinsip 5J, yaitu tidak melipat, tidak mencoret, tidak meremas, tidak menstaples, dan tidak membasahi uang. Selain itu, masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan guna menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.
“Melalui penyediaan uang tunai yang memadai, akselerasi pembayaran digital, serta peran aktif masyarakat dalam bertransaksi secara bijak, diharapkan kelancaran sistem pembayaran di Papua dapat terus terjaga,” tutup Warsono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....