Hiswana Migas Soroti Pelayanan SPBU dan Antrean BBM
- 10 Mar 2026 12:34 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Ketua Hiswana Migas Papua–Maluku, Ledryk J. Lekenila, menyampaikan bahwa penambahan SPBU pada awal tahun ini masih dalam tahap persiapan operasional oleh masing-masing perusahaan pengelola.
Menurutnya, meskipun ada penambahan SPBU sejak Januari, waktu operasional setiap SPBU sangat bergantung pada kesiapan pihak perusahaan. Jika seluruh persyaratan sudah dipenuhi, maka SPBU tersebut dapat segera beroperasi secara normal untuk melayani masyarakat.
Ledryk menjelaskan bahwa proses distribusi bahan bakar minyak (BBM) dimulai dari pengangkutan oleh Pertamina ke SPBU. Setelah tiba di SPBU, BBM terlebih dahulu diperiksa kelayakannya sebelum dijual kepada masyarakat oleh operator SPBU.
“Setelah BBM disalurkan dan dijual oleh operator SPBU, kendaraan yang sudah mengisi bahan bakar tentu akan melanjutkan perjalanan. Hal tersebut di luar pengawasan kami karena operator hanya bertugas melayani penjualan di lokasi SPBU,” jelasnya.
Ditambahkan, Hiswana Migas Papua–Maluku mendorong peningkatan kualitas pelayanan di SPBU, terutama dalam memberikan layanan yang lebih ramah kepada pelanggan. Selain itu, fasilitas pendukung seperti kebersihan area SPBU, tempat istirahat, serta toilet yang bersih juga menjadi perhatian agar masyarakat merasa nyaman saat melakukan pengisian BBM.
Terkait pengawasan penyaluran BBM, Ledryk menilai pengawasan yang melibatkan berbagai pihak atau stakeholder akan lebih efektif. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan pihak terkait diharapkan mampu meningkatkan pengawasan distribusi BBM di lapangan.
Menanggapi persoalan antrean kendaraan di SPBU, Ledryk menjelaskan bahwa kondisi tersebut seringkali dipengaruhi oleh keterbatasan lahan di beberapa SPBU, khususnya di wilayah perkotaan maupun Kabupaten Keerom.
“Kalau lokasi SPBU sempit, ketika ada 20 sampai 30 kendaraan saja antrian sudah terlihat panjang hingga ke jalan. Berbeda dengan SPBU yang memiliki halaman luas, jumlah kendaraan yang sama mungkin tidak terlihat antre panjang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa secara umum stok BBM tersedia dan antrean bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan. Namun demikian, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pengisian berulang atau penimbunan yang dapat memperpanjang antrian.
Hiswana Migas juga mengapresiasi pemerintah kota dan provinsi yang telah berupaya mengatur jam layanan pengisian BBM untuk jenis kendaraan tertentu pada waktu-waktu tertentu. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi antrian dan membuat proses pengisian BBM di SPBU menjadi lebih tertib dan maksimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....