BMKG: Hilal 1 Syawal di Papua Diprediksi Sulit Terlihat
- 10 Mar 2026 12:13 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura memaparkan kondisi astronomis hilal menjelang penentuan awal 1 Syawal 1447 Hijriah. Pengamatan hilal di wilayah Papua akan mengacu pada lokasi di Merauke pada 19 Maret 2026. Berdasarkan data astronomi yang dihimpun BMKG, posisi hilal pada saat itu masih sangat rendah di atas horizon. Hal itu dikatakan oleh Pranata Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda BBMKG Wilayah V Jayapura, Muhammad Syawal, dalam rilis Kemenag, Selasa 10 Maret 2026.
“Berdasarkan data kami, pada 19 Maret ketinggian hilal di Merauke berada pada 0,9606 derajat dengan elongasi 4,04 derajat serta fraksi iluminasi bulan sekitar 0,12 persen. Nilainya memang positif, tetapi kemungkinan hilal sangat sulit terlihat karena posisinya masih sangat tipis di atas horizon,” kata Muhammad Syawal.
Syawal mengatakan data tersebut menjadi salah satu acuan awal bagi tim rukyatul hilal dalam mempersiapkan proses pengamatan di lapangan.
Meski peluang terlihatnya hilal cukup kecil, ia menegaskan bahwa pengamatan tetap perlu dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Ia juga berharap koordinasi antara BMKG dan Kementerian Agama dapat terus berjalan baik dalam mendukung proses penentuan awal bulan Hijriah.
“Koordinasi ini penting agar informasi yang disampaikan dapat membantu pelaksanaan rukyatul hilal di daerah,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....