Tokoh Tembagapura Minta Warga Tenang Pasca Insiden Kali Kabur
- 08 Mar 2026 19:49 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Tokoh masyarakat Distrik Tembagapura, Derek Alom, mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketenangan serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang pasca insiden yang terjadi di area pendulangan tradisional Kali Kabur di wilayah Distrik Tembagapura. Derek mengatakan peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu memang menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya para pendulang yang menggantungkan hidup mereka di kawasan tersebut. Namun demikian, ia menilai situasi secara umum mulai kembali kondusif setelah adanya penanganan dari aparat keamanan bersama para tokoh masyarakat setempat.
“Kejadian di Tembagapura beberapa waktu lalu kita ketahui ada masyarakat yang menjadi korban, namun semuanya sudah ditangani oleh aparat bersama para tokoh yang ada di Tembagapura agar tidak terjadi hal-hal yang lebih besar,” ujarnya, Minggu 8 Maret 2026.
Derek menegaskan bahwa kawasan Kali Kabur pada dasarnya merupakan tempat masyarakat mencari nafkah sehingga tidak seharusnya menjadi lokasi konflik ataupun kekacauan yang dapat merugikan warga. “Lokasi Kali Kabur itu bukan tempat perang, melainkan tempat masyarakat mencari makan. Karena itu tidak boleh ada kekacauan di sana,” ucap dia.
Ia menambahkan bahwa beberapa kelompok masyarakat dari luar wilayah yang datang untuk mendulang emas juga telah diingatkan agar mengikuti aturan yang berlaku dan tidak membuat keributan selama berada di lokasi tersebut.
Derek mengungkapkan bahwa salah satu korban meninggal dunia dalam insiden tersebut adalah anggota keluarganya sendiri, yakni Ehanus Mom, seorang warga dari Distrik Kwamki Narama yang datang ke Tembagapura untuk mendulang emas guna memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
“Korban yang meninggal salah satunya adalah keluarga saya sendiri, Ehanus Mom. Ia datang dari Kwamki Narama untuk mendulang demi mencukupi kebutuhan keluarganya,” kata Derek.
Menurut Derek, pihak keluarga telah berupaya menerima kejadian tersebut dengan lapang dada setelah bertemu di rumah duka bersama para tokoh masyarakat dan aparat keamanan.
“Keluarga sudah mengikhlaskan dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan, aparat keamanan, serta para tokoh yang ada di Tembagapura dengan harapan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” katanya.
Derek berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak menciptakan konflik baru di kawasan pendulangan tersebut. Ia juga berencana mengumpulkan para tokoh masyarakat di Tembagapura untuk membahas langkah-langkah menjaga stabilitas keamanan di kawasan Kali Kabur. Keamanan kata dia, sangat penting agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi mereka secara aman di wilayah Kabupaten Mimika.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....