UMP Hadirkan Kebun Edukatif Perkuat Literasi Lingkungan Sekolah

  • 05 Mar 2026 13:39 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Universitas Muhammadiyah Papua (UMP), melaksanakan pengabdian masyarakat melalui program kebun edukatif bertajuk pemanfaatan lahan sempit untuk literasi lingkungan. Program tersebut merupakan hibah pengabdian persyarikatan Muhammadiyah, yang dikelola Majelis Litbang Dikti PP Muhammadiyah.

Kegiatan kebun edukatif tersebut, dipusatkan di SD Muhammadiyah Abepura Jayapura sebagai lokasi pelaksanaan program. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan teknis dari kepanduan Hizbul Wathan, yang dikenal sebagai Pramuka Muhammadiyah.

Program ini bertujuan memperkuat literasi lingkungan siswa, melalui praktik langsung bercocok tanam di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, serta pembentukan karakter peduli lingkungan.

Ketua tim pengabdian, Anita Apriani, menjelaskan kegiatan ini dilatarbelakangi keterbatasan ruang terbuka hijau di sekolah. "Dengan begitu, siswa diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini," ujarnya belum lama ini.

Program kebun edukatif melibatkan sekitar 88 siswa dari SD Muhammadiyah Abepura Jayapura. Lahan yang dimanfaatkan berupa balkon sekolah berukuran sekitar 4×6 meter, yang diubah menjadi kebun produktif menggunakan sistem polybag.

"Ke depan, selain polybag, kami akan kembangkan juga media tanam vertikal berbasis botol bekas. Poses pengumpulan botol sedang dilakukan, sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah dan penerapan prinsip daur ulang," ucapnya.

Kebun edukatif nantinya akan dikembangkan menjadi kebun Hizbul Wathan, sebagai sarana pembelajaran lingkungan. Hasil panen tanaman, akan dimanfaatkan untuk konsumsi kegiatan perkemahan serta dijual kepada dewan guru sekolah.

"Ini sebagai bentuk pembelajaran kewirausahaan sederhana bagi siswa. Dengan demikian, siswa belajar memahami siklus produksi, distribusi, hingga nilai ekonomi hasil pertanian," katanya.

Anita berharap, kegiatan kebun edukatif memberikan dampak positif jangka panjang bagi siswa sekolah. Anak-anak diharapkan memiliki pola pikir baru, bahwa lahan sempit dapat dimanfaatkan untuk pertanian sederhana.

"Harapan kami, dari hasil tanaman yang mereka peroleh bisa mereka konsumsi sendiri. Bahkan bisa dijual sebagai bentuk pengenalan aktivitas ekonomi pada anak-anak," ujar Anita mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....