Doa Pemulihan Warnai HUT ke-116 Jayapura
- 05 Mar 2026 09:57 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Pemerintah Kota Jayapura bersama para pemimpin gereja menggelar Doa Pemulihan bagi Kota Jayapura di Pulau Metudeby, Kampung Enggros, Rabu 4 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-116 Kota Jayapura dan 116 Tahun Pekabaran Injil di Tanah Tabi. Ibadah berlangsung khidmat dan diikuti para pendeta dari Klasis Port Numbay dan Klasis Muara Tami. Wali Kota Jayapura dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para hamba Tuhan yang dinilainya terus mendoakan dan memberkati Tanah Papua, khususnya Kota Jayapura.
“Saya berterima kasih kepada bapa dan ibu pendeta yang terus memimpin dan memberkati tanah ini. Sekiranya Tuhan memberkati kota ini,” ujarnya.
Ia mengaku doa dan penumpangan tangan para pendeta menjadi kekuatan spiritual dalam perjalanan kepemimpinannya. Menurutnya, dukungan rohani tersebut penting dalam menjaga setiap langkah pengabdian sebagai kepala daerah.
“Saya bersyukur karena hamba-hamba Tuhan telah menumpangkan tangan dan mendoakan saya, sehingga perjalanan saya bersama bapa dan ibu pendeta selalu dijaga dan dipelihara oleh Tuhan,” katanya.
Ia juga menyebut dalam dirinya melekat tiga peran yang saling melengkapi, yakni sebagai Ondoafi dalam adat, penatua dalam gereja, dan wali kota dalam pemerintahan.
“Kalau di adat saya Ondoafi, di gereja saya penatua, dan di pemerintahan saya wali kota. Itulah kasih setia Tuhan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Klasis Port Numbay mengatakan doa pemulihan digelar sebagai bentuk kepedulian gereja terhadap berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi Kota Jayapura.
“Kami dari Klasis Port Numbay bersama Klasis Muara Tami melaksanakan doa pemulihan bagi Kota Jayapura. Ini sebagai bentuk pertobatan dan permohonan pengampunan atas segala kekurangan dan kesalahan yang mungkin terjadi di kota ini,” katanya.
Ia menambahkan, di tengah perkembangan kehidupan perkotaan yang terus tumbuh, berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan perlu dihadapi bersama. Karena itu, gereja merasa terpanggil berjalan seiring dengan pemerintah dalam membangun kota.
“Sebagai warga gereja, kami merasa memiliki kepedulian untuk berjalan bersama pemerintah dalam membangun Kota Jayapura. Gereja dan pemerintah harus bersinergi demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Doa Pemulihan ini menjadi momentum refleksi dan penguatan spiritual menjelang puncak peringatan HUT ke-116 Kota Jayapura dan 116 Tahun Pekabaran Injil di Tanah Tabi. Diharapkan, melalui doa bersama tersebut, Kota Jayapura semakin aman, diberkati, dan sejahtera bagi seluruh warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....