Bulog Pastikan Stok Beras Papua Aman hingga Lebaran, Harga Dijaga Tetap Stabil
- 25 Feb 2026 13:33 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Perum Bulog Kantor Wilayah Papua memastikan ketersediaan stok beras di seluruh wilayah Papua berada dalam kondisi aman dan terkendali. Stok yang tersedia saat ini dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri, bahkan diperkirakan mampu bertahan hingga empat bulan ke depan.
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari menjelaskan, hingga saat ini Bulog Papua menguasai stok beras di dalam gudang sekitar 15.800 ton. Selain itu, terdapat tambahan pasokan beras yang masih dalam proses pengiriman dan bongkar muat di Pelabuhan Jayapura serta beberapa pelabuhan di cabang Bulog lainnya dengan total sekitar 12.300 ton.
“Dengan demikian, total kesiapan stok beras Bulog Kanwil Papua mencapai kurang lebih 28 ribu ton. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Papua hingga sekitar empat bulan ke depan, termasuk untuk menghadapi peningkatan konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri,” ujar Ahmad Mustari, Rabu (25/02/2026)..
Ia menegaskan, stok beras yang tersedia seluruhnya merupakan beras medium, baik yang diperuntukkan bagi program subsidi maupun non subsidi. Beras tersebut disiapkan untuk berbagai kebutuhan strategis, mulai dari bantuan pangan kepada masyarakat, penyaluran untuk ASN, TNI dan Polri, cadangan untuk penanganan bencana alam, hingga stabilisasi pasokan dan harga beras di pasar.
Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog Papua juga memberikan perhatian serius terhadap stabilitas harga. Ahmad Mustari menyebutkan, pengawasan harga terus dilakukan secara intensif bersama Satgas Pangan, aparat kepolisian, serta dinas terkait di daerah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya spekulasi harga dan memastikan beras dijual sesuai dengan harga eceran yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami rutin turun ke pasar untuk melakukan pemantauan. Kalau pengawasan dilakukan secara konsisten, pedagang juga tidak berani bermain harga. Ini penting agar masyarakat tetap bisa membeli beras dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Menurutnya, menjelang hari besar keagamaan, potensi kenaikan harga kebutuhan pokok, termasuk beras, memang selalu ada. Namun dengan stok yang mencukupi dan distribusi yang terjaga, Bulog optimistis fluktuasi harga dapat ditekan. Jika ditemukan adanya kenaikan harga di luar ketentuan, Bulog bersama Satgas Pangan akan segera melakukan langkah korektif di lapangan.
Dari sisi distribusi, Bulog Papua memastikan penyaluran beras ke berbagai wilayah, termasuk daerah-daerah yang sulit dijangkau, tetap berjalan. Hingga saat ini, tidak terdapat gangguan keamanan yang signifikan dalam proses pengiriman beras ke gudang-gudang Bulog maupun ke wilayah tujuan penyaluran.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan agar distribusi beras, khususnya ke wilayah pegunungan dan daerah terpencil, dapat berjalan lancar. Kolaborasi ini sangat penting agar stabilitas harga juga bisa dirasakan oleh masyarakat di wilayah tersebut,” jelas Ahmad Mustari.
Sebagai upaya tambahan menjaga daya beli masyarakat, Bulog Papua juga secara rutin melaksanakan kegiatan operasi pasar dan pasar murah bekerjasama dengan pemerintah daerah. Program ini diharapkan dapat menjadi bantalan harga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dengan kesiapan stok yang memadai, distribusi yang terjaga, serta pengawasan harga yang diperketat, Perum Bulog Kanwil Papua optimistis kebutuhan beras masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus menjaga harga tetap stabil dan terjangkau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....