Gubernur Papua Minta Guru Yayasan Tak Ditarik ke Sekolah Negeri
- 24 Feb 2026 09:35 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Gubernur Papua Matius Fakhiri meminta agar guru-guru sekolah yayasan tidak lagi ditarik ke sekolah negeri tanpa solusi yang jelas bagi keberlanjutan pendidikan di yayasan. Ia menilai kebijakan tersebut berdampak pada berkurangnya tenaga pengajar di sekolah swasta berbasis keagamaan.
Fakhiri mencontohkan pengalamannya saat mengunjungi SMP YPPK Teruna Mulia, di mana jumlah guru berkurang setelah sebagian diangkat menjadi guru negeri. “Saya merasakan sendiri, setelah gurunya dijadikan negeri, jumlah guru di sekolah itu berkurang. Kemarin saya datang dan bantu supaya sekolah itu bisa naik lagi,” katanya," Selasa, 24 Februari 2026.
Menurutnya, sekolah-sekolah yayasan seperti YPPK, YPK, dan YAPIS memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi Papua, termasuk para pemimpin daerah saat ini. “Banyak pejabat hari ini lahir dari pendidikan yayasan. Itu jasa besar bagi Papua,” ujarnya.
Gubernur mengusulkan agar guru yayasan yang diangkat menjadi aparatur sipil negara tetap mengajar di sekolah asalnya. Dengan status ASN, gaji ditanggung pemerintah, namun tenaga pengajar tetap tersedia di yayasan.
“Kalau mereka sudah jadi ASN, gajinya ditanggung pemerintah, tetapi tetap mengajar di yayasan. Itu membantu sekolah yang sekarang kesulitan pembiayaan,” ucapnya.
Ia menegaskan tanggung jawab pembiayaan pendidikan tidak sepenuhnya dibebankan kepada yayasan. Pemerintah daerah, kata dia, harus memastikan seluruh tenaga pendidik mendapat dukungan agar cita-cita membangun generasi emas Papua dapat terwujud.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....