Warga Korowai Galang Dana untuk Keberlangsungan Penerbangan Perintis

  • 16 Feb 2026 22:34 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Warga Korowai menggalang dana sebesar Rp2.000.400 untuk menjaga operasional penerbangan perintis yang menjadi satu-satunya akses transportasi udara dari wilayah Korowai menuju Tanah Merah, Papua Pegunungan. Aksi solidaritas ini dilakukan di tengah suasana duka atas peristiwa yang terjadi di sekitar landasan terbang sederhana di pedalaman Papua.

Bagi warga Korowai, pesawat bukan sekadar alat angkut, tetapi sudah menjadi penghubung kehidupan. Melalui jalur udara itulah kebutuhan pokok diangkut, pasien dirujuk untuk mendapatkan layanan kesehatan, anak-anak bisa melanjutkan pendidikan, serta roda ekonomi tetap berputar. Ketika akses itu terancam, yang dipertaruhkan bukan hanya perjalanan, melainkan keberlangsungan hidup warga setempat.

Melihat kondisi tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bergerak cepat. Pengamanan diperkuat, koordinasi lintas pihak dilakukan, dan pendekatan humanis dikedepankan untuk memastikan situasi tetap kondusif sehingga aktivitas penerbangan perintis dapat berjalan aman.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen. Pol. Faizal Ramadhani menegaskan, solidaritas masyarakat menjadi pesan kuat tentang harapan akan keamanan dan keberlanjutan layanan transportasi.

“Kami turut berbelasungkawa atas peristiwa yang terjadi. Kepedulian masyarakat Korowai yang secara sukarela mengumpulkan dana adalah bentuk solidaritas yang luar biasa. Negara harus hadir memastikan rasa aman, sehingga konektivitas dan aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga stabilitas di wilayah pedalaman bukan hanya soal keamanan, tetapi juga menjamin masyarakat tetap bisa mengakses layanan dasar. Satgas Damai Cartenz, lanjut Faizal, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan agar jalur penerbangan tetap aman dan masyarakat tidak kehilangan akses vitalnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes. Pol. Adarma Sinaga menambahkan, penguatan pengamanan difokuskan pada titik-titik strategis, termasuk area keberangkatan dan kedatangan pesawat.

“Kami memahami bahwa pesawat adalah satu-satunya akses masyarakat Korowai menuju Tanah Merah. Karena itu, pengamanan akan terus kami tingkatkan agar masyarakat merasa tenang dan aktivitas penerbangan dapat berlangsung dengan aman,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Langkah pengamanan yang dilakukan diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat: distribusi logistik tetap lancar, layanan kesehatan dan pendidikan tidak terputus, serta mobilitas warga Korowai menuju Tanah Merah tetap terjamin.

Di ujung landasan sederhana itu, solidaritas warga dan komitmen aparat bertemu dalam satu tujuan yang sama untuk menjaga agar harapan tetap terbang, setinggi pesawat yang menjadi tumpuan hidup masyarakat pedalaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....