Pendekatan dari Hati ke Hati, Seorang Babinsa Kelila

  • 16 Feb 2026 21:26 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Seorang anggota Koramil Kelila, Kodim 1702 Jayawijaya, berpangkat Sersan Kepala ( serka ) Nopius Yikwa. Ia telah mengabdikan diri kurang lebih 25 Tahun.

Serka Yikwa mengawali kariernya sejak tahun 2002, dan terpilih menjadi Babinsa ( Bintara Pembina desa ) terbaik. Karena pelayanan dan aksi nyatanya yakni pendekatan dengan masyarakat dari hati ke hati.

Hal itu sangatlah tidak sulit lewat komunikasi yang dilakukan Serka Yikwa karena dirinya merupakan putra daerah asal Kelila. Perjuangannya menjadi prajurit tidaklah mudah, namun tekad kuat mewujudkan cita-cita kecilnya. Tahun 2014 Nopius di tempat tugaskan di Koramil Kelila hingga sekarang.

Diungkapkannya pada podcast korem 172 Praja Wira Yakti. Saat pertama kali ditempatkan di daerah yang jauh dari kemajuan. Banyak ketidakpuasan masyarakat baik segi pembangunan, ekonomi, dan kesejahteraan.

“Saya sedih melihat hal itu dan melakukan pendekatan, karena mengerti akan bahasa lokal. Dan Kepercayaan dari masyarakat dengan sendirinya hadir," ujarnya.

Ketika terjadi konflik atau selisih paham di masyarakat, bapak anak empat ini hadir. Menjembatani perselisihan sehingga terselesaikan dengan baik.

"Prinsipnya jangan memihak, yang salah tetap salah, yang benar untuk apa kita salahkan. kita sebagai mediasi dan penterjemah," katanya.

Babinsa terbaik ini juga memberikan contoh bagaimana mengelola keuangan dengan baik. Terbukti dua putranya telah sukses. Putra pertama bekerja di PT. Freeport Tembagapura dan putra kedua mengikuti jejaknya sebagai Tentara PK 2026.

Didampingi istri Komina Pagawak, Nopius membuka kios sembako dan hasil kerajinan tangan salah satu noken yang dibuat istrinya. Ia membuka peluang pengrajin noken lainnya untuk menitipkan hasi kerajinan tangan mereka. Di situlah ekonomi berputar dan sebagai contoh bagi masyarakat Distrik Kelila.

Keberhasilannya sebagai tentara mengundang para orang tua yang semula ragu akibat trauma masa lalu perlahan berubah. Terbukti Babinsa terbaik ini telah sukses membawa sepuluh anak Kelila menjadi tentara seperti dirinya.

"Pada awalnya orang tua menolak, tapi saya jelaskan itu dulu, tapi sekarang tentara polisi terjamin oleh negara. Jangan anak-anak kita hidup tidak jelas, dan saya sudah rasakan jadi tentara itu baik," ucapnya.

Kesedihannya mendalam diungkapkan Nopius terkait kondisi pendidikan di Kelila yang minim. Kehadiran guru dan faktor gizi yang belum diperhatikan pemerintah secara maksimal. Babinsa hadir karena beban moral sebagai bentuk tanggung jawab.

Ia merasa bangga dan bersyukur atas perjalanan hidupnya hingga kini. Ini menjadi bukti ketulusan, keteladanan, dan keberanian seorang putra daerah yang kembali ke tanah kelahirannya. Ia mampu menjembatani harapan, kepercayaan, dan sebuah perubahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....