Sembilan Nakes dan Guru dari Koroway Mengungsi ke Jayapura
- 13 Feb 2026 12:55 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Sembilan orang tenaga pengajar dan tenaga perawat medis yang dievakuasi dari Korowai, Kabupaten Boven Digoel, tiba di Bandara Sentani, pada Kamis (12/02/2026) sore.
Pesawat dari Mission Aviation Fellowship (MAF), jenis Kodiak K-100, dengan registrasi PK-MEF, yang dipiloti Capt. Thomas Allen Bolser mendarat sekitar pukul 15.29 WIT. Satu per satu para guru dan perawat medis turun dari pesawat dengan raut wajah lelah sekaligus lega. Mereka disambut oleh pihak penjemput, yakni Koordinator Wilayah Papua Sekolah Lentera Harapan, Fred Samuel Koirewoa, serta Kepala Sekolah SD Lentera Harapan Distrik Danowage, Harun Djouwni, sebelum diarahkan menuju ruang rapat Kantor PT. MAF untuk beristirahat.
Sembilan orang tersebut terdiri dari enam tenaga pengajar, atas nama Aan Suek, Risa, Ema, Monik, Yonar, dan Nonik, serta tiga tenaga perawat medis, yaitu Suster Grace, Rifal, dan Anton. Setelah beristirahat, rombongan kemudian meninggalkan area PT. MAF menuju penginapan di kawasan Jalan Pasir Sentani dengan pendampingan petugas.
Kedatangan mereka di Jayapura merupakan bagian dari upaya penyelamatan diri pasca aksi penembakan yang dilakukan KKB terhadap pilot dan kopilot, yang terjadi sehari sebelumnya, dan mengakibatkan dua orang Pilot dari pesawat Smart Air meninggal dunia di area Bandara. Situasi tersebut membuat para tenaga pengajar dan tenaga medis di Koroway harus segera dievakuasi demi keselamatan jiwa.
Bupati Boven Digoel, Roni Omba, menyampaikan bahwa peristiwa penembakan tersebut merupakan kejadian menonjol dan pertama kali terjadi di wilayah Kabupaten Boven Digoel, sehingga menimbulkan keprihatinan mendalam bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat.
“Kejadian ini menjadi duka bersama bagi kami di Boven Digoel. Ini adalah peristiwa yang sangat menonjol dan baru pertama kali terjadi di wilayah kami. Kami merasakan betul dampaknya, bukan hanya terhadap korban, tetapi juga terhadap rasa aman masyarakat,” kata Bupati, Kamis (12/02/2026).
Bupati mengimbau para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen yang memiliki pengaruh di tengah warga, agar turut berperan aktif menyampaikan pesan menenangkan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
“Kami berharap para tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat membantu pemerintah menenangkan warga. Sampaikan bahwa situasi sedang ditangani oleh aparat keamanan, sehingga masyarakat tidak perlu panik atau takut berlebihan,” lanjutnya.
Bupati juga menegaskan bahwa pihak keamanan dari TNI dan Polri telah mempersiapkan langkah-langkah untuk melakukan evakuasi terhadap para korban yang berada di Bandara Koroway Batu, termasuk memastikan proses tersebut berjalan dengan aman dan terkoordinasi.
“Pihak TNI dan Polri sudah mempersiapkan diri untuk melakukan evakuasi. Kami percaya aparat keamanan bekerja maksimal agar proses ini berjalan aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes. Pol. Cahyo Sukarnito menegaskan, Polri memberikan perhatian penuh terhadap keselamatan para tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang menjadi korban situasi keamanan.
“Polri memastikan setiap proses evakuasi berjalan aman. Kehadiran kami adalah bentuk tanggung jawab negara untuk melindungi para guru dan tenaga medis yang telah mengabdikan diri di pedalaman Papua,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas satuan terus dilakukan guna memastikan rasa aman tetap terjaga bagi masyarakat, khususnya mereka yang terdampak langsung oleh gangguan kamtibmas di wilayah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....