Trans Papua Lumpuh akibat Longsor, 50 Alat Berat Dikerahkan
- 12 Feb 2026 14:57 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena sempat lumpuh akibat longsor yang terjadi Sabtu, 7 Februari 2026. Sebanyak 36 titik terdampak, termasuk satu jembatan yang hanyut, sehingga akses vital tersebut terputus.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KPBU Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena, Febryan Nurdiansyah, mengatakan penanganan longsor terlah dilakukan. Sekitar 50 unit alat berat yang dikerahkan. "Terdiri dari excavator dan dozer serta belasan unit dump truk untuk membantu penanganan longsor,” katanya, Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menjelaskan dari 36 titik terdampak, sebanyak 26 merupakan longsor lereng, sembilan cross drain putus, dan satu jembatan hanyut. “Sebanyak 21 lokasi sudah dilakukan penanganan sementara dan sudah bisa dilalui. Delapan lokasi sedang dalam penanganan serta tujuh lokasi belum bisa kami kerjakan,” ujarnya.
Menurut Febryan, ruas yang terdampak merupakan proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Proyek ini dikerjakan PT Hutama Mambelim Trans Papua (PT HMTP). Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Papua–Papua Pegunungan, Denny Firmansyah, disebut turun langsung memimpin penanganan di lapangan.
Ia menegaskan Trans Papua Jayapura–Wamena merupakan jalur strategis yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan di Papua dan Papua Pegunungan. “Kami terus berupaya agar jalan ini dapat kembali beroperasi sehingga roda perekonomian bisa berjalan normal,” ucapnya.
Akibat longsor tersebut, tiga orang mengalami luka-luka, satu di antaranya patah tangan dan dua lainnya luka ringan. Para korban telah dievakuasi, sementara jumlah kendaraan yang tertimbun masih dalam pendataan.
BBPJN memastikan pemantauan terus dilakukan, termasuk terhadap sopir yang sempat terjebak longsor. Upaya percepatan pemulihan terus dikerahkan agar jalur Trans Papua kembali berfungsi penuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....