Ibadah Kontekstual Minggu ke-IV GKI di Papua
- 06 Feb 2026 19:57 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Ibadah kontekstual, minggu ke IV bagi umat GKI di Tanah Papua, berlangsung tiap bulan. Dengan etnis budaya dan bahasa.
Sebagai Gereja, ketika seseorang beribadah dan ada sesuatu terkait dengan budayanya merasa kebanggan tersendiri. Disampaikan Pendeta Linda Upessy, ( Sekretaris Departement Pelayanan dan Pembinaan Jemaat/DP2J ) Sinode GKI di Papua.
Lebih lanjut disampaikannya bagaimana pemberitaan Injil. Penerapan informasi lewat konteks budaya dan sosial agar bisa diterima dan bermakna bagi banyak orang.
"Ibadah itu sesuatu yang bukan jadi beban, jangan ada persaingan suku. Tata ibadah disiapkan untuk menolong tiap orang dalam memuji Tuhan dan bersekutu dengan Tuhan," katanya.
Liturgi ibadah kontekstual, tidak hanya pada minggu ke IV pada keputusan sidang Waropen. Ada ibadah akhir bulan yang juga bisa dibuat liturgi kontekstual.
Ada tiga versi tata ibadah. Akhir bulan, ibadah kontekstual, dan ibadah KPI .
Ibadah kontekstual dari lagu dari pembukaan sampai akhir menggunakan satu bahasa, bukan dicampur. Disampaikannya, yang dimaksudkan lagu bukan lagu nyanyian rohani, mazmur dan kidung jemaat yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia .
"Sebenarnya lagu-lagu rohani yang benar benar lahir dari budaya kita dan memberi ruang bagi umat yang punya potensi. Dengan talenta yang Tuhan beri, bukan lagu rohani yang diterjemahkan dari nyanyian rohani," ujarnya.
Kountoria dapat membantu jemaat menyanyi. Ibadah harus dipersiapkan secara baik dan harus latihan dulu, mempersiapkan diri.
Selama ini menggunakan versi sadur, bahasa daerah, dan bahasa Indonesia. Sampai dengan hari ini belum punya kumpulan lagu rohani bahasa daerah belum terstruktur.
Tapi dengan ibadah kontekstual memberi ruang untuk potensi umat yang luar biasa yang Tuhan beri. Untuk mengembangkan potensi dan talenta yang ada.
Realita hari ini lagu rohani yang di translate ke bahasa daerah menggunakan bahasa daerah atau bahasa Inggris. Sebelum menyanyi makna pesan disampaikan lebih dulu di awal.
pengajaran dan pemahaman terus diberikan agar mengenal GKI dan mencintai GKI. Mazmur, nyanyian rohani dan seruling emas, itu mencintai GKI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....