Disdik Papua Dorong Pembinaan Mental Cegah Tawuran Pelajar

  • 03 Feb 2026 07:16 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Dinas Pendidikan Papua mendorong pembinaan mental pelajar sebagai upaya mencegah tawuran. Pembinaan dinilai penting bagi pelajar SMA dan SMK.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Papua Marthen Medlama mengatakan, tawuran pelajar perlu disikapi serius. Pendekatan pembinaan mental dinilai lebih efektif daripada kekerasan.

“Anak-anak harus dibina agar lebih dewasa mengelola emosi. Masalah tidak diselesaikan dengan fisik," karta Marthen, Selasa, 3 Februari 2026.

Ia menilai, pelajar merupakan calon pemimpin masa depan Papua. Karena itu, pembinaan karakter dan mental harus dilakukan sejak dini.

Marthen mengakui kewenangan provinsi terhadap SMA dan SMK terbatas. Namun, pembinaan moral tetap menjadi tanggung jawab bersama.

Menurutnya, pembinaan mental tidak hanya dilakukan di sekolah. Peran orang tua di rumah juga sangat menentukan.

“Orang tua harus mengawasi pergaulan anak. Tanya ke mana dan dari mana," ucapnya.

Marthen menyebut, tawuran dipicu pergaulan yang salah dan kurang perhatian keluarga. Dua faktor ini perlu ditangani bersama.

Ia juga mendorong guru berperan aktif dalam pembinaan karakter. Guru diminta tidak hanya fokus pada materi pelajaran.

Guru disarankan menyisipkan nasihat atau diskusi singkat di akhir pembelajaran. Tujuannya membangun sikap dan nilai positif pelajar.

“Kita jaga mental anak-anak agar tidak rusak. Masa depan mereka harus kita lindungi," ujar Marthen lagi.

 

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....