Relawan Muhammadiyah Tembus Wilayah Terisolir Aceh Timur
- 31 Jan 2026 19:39 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Relawan Muhammadiyah kembali menjangkau wilayah terisolir di Kabupaten Aceh Timur untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir. Melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), tim medis diterjunkan ke sejumlah dusun yang selama ini sulit diakses. Dua hari lalu, Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah berhasil mencapai Dusun Sarah Raja, Desa Sah Raja, serta Dusun Sijuk, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari. Di lokasi tersebut, tim memberikan layanan medis spesialistik bagi warga yang mengungsi akibat banjir.
Ketua Tim EMT Muhammadiyah, dr M Irfan Rizaldy, menyebut perjalanan menuju lokasi pengungsian tidak mudah. Tim harus menghadapi medan berat yang tak bisa dilalui kendaraan biasa.
“Medannya cukup ekstrem. Tapi kami ingin memastikan warga di wilayah terdalam tetap mendapatkan layanan kesehatan,” ujar Irfan, Sabtu, Januari 2026.
Mobilisasi tim dilakukan secara bertahap. Perjalanan dimulai menggunakan kendaraan gardan ganda untuk menembus jalan berlumpur, lalu dilanjutkan dengan motor trail bersama komunitas IMTRAX. Karena jalur darat terputus oleh sungai dan genangan air, tim juga menyeberang menggunakan perahu sebelum berjalan kaki menanjak menuju tenda-tenda pengungsian.
Meski berada di wilayah terpencil dengan fasilitas terbatas, MDMC tetap menghadirkan layanan kesehatan yang memadai. Warga mendapatkan pemeriksaan dari dokter umum hingga dokter spesialis kulit. Kehadiran tim medis disambut haru oleh warga. Banyak di antara mereka mengaku sudah berminggu-minggu kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Sebanyak 86 pasien tercatat menerima penanganan medis. Keluhan yang paling banyak ditemui antara lain penyakit kulit akibat buruknya sanitasi pascabanjir, infeksi saluran pernapasan, hipertensi, serta kelelahan ekstrem. Selain pengobatan, tim juga memberikan edukasi kesehatan kepada para pengungsi.
“Kondisi di Dusun Sarah Raja cukup memprihatinkan karena benar-benar terisolir. Tapi melihat antusiasme warga, lelah kami terbayar,” kata Irfan.
Layanan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan MDMC DIY di Aceh Timur yang melibatkan tenaga kesehatan dari RS PKU Muhammadiyah Sleman, RS AMC, PKU Bantul, PKU Gombong, serta Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Hingga kini, MDMC telah melayani lebih dari 900 warga terdampak bencana di Aceh Timur. Rotasi tim direncanakan berlangsung pada 19 Januari 2026 untuk memastikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial tetap berjalan hingga masa pemulihan.
Sementara itu, Juru Bicara Posko Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengapresiasi peran berbagai lembaga yang terlibat dalam penanganan korban, termasuk Muhammadiyah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga kemanusiaan sangat penting dalam menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
“Kerja sama lintas sektor menjadi kunci agar pemulihan pascabencana bisa berjalan lebih cepat,” ujarnya.
Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan dan Health Emergency Operational Center (HEOC) terus melakukan pemantauan serta penguatan layanan kesehatan di wilayah terdampak, khususnya bagi kelompok rentan seperti bayi, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....