Bencana November, 24 Desa Aceh Tengah Masih Terisolasi

  • 31 Jan 2026 18:38 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Sebanyak 24 desa di Kabupaten Aceh Tengah hingga pertengahan Januari 2026 masih terisolasi akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November tahun lalu. Akses darat ke wilayah-wilayah tersebut belum sepenuhnya pulih karena longsor dan kerusakan infrastruktur. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah mencatat desa-desa yang terisolasi tersebar di lima kecamatan, yakni Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge. Jumlah penduduk yang terdampak mencapai 10.914 jiwa. Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyebutkan di Kecamatan Bintang masih terdapat satu desa yang terisolasi, yaitu Desa Serule. Sebanyak 582 jiwa terdampak di wilayah tersebut, dengan akses jalan yang belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat timbunan longsor.

Kecamatan Ketol menjadi wilayah dengan jumlah desa terisolasi terbanyak. Sembilan desa terdampak, antara lain Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang, dan Burlah. Total penduduk terdampak di kecamatan ini mencapai 4.951 jiwa. Kerusakan jembatan dan longsor menjadi penyebab utama terputusnya akses.

“Sebagian desa sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, seperti Serempah dan Bah, namun kendaraan roda empat masih belum dapat melintas,” kata Murthalamuddin, Kamis, 15 Janiuari 2026.

Di Kecamatan Silih Nara, dua desa masih terisolasi, yakni Terang Engon dan Bius Utama Dusun Gantung Langit. Sebanyak 254 jiwa terdampak akibat putusnya Jembatan Mulie dan Jembatan Gantung Langit, yang membuat akses tidak dapat dilalui kendaraan.

Sementara itu, di Kecamatan Rusip Antara terdapat lima desa yang belum sepenuhnya terhubung, yaitu Pilar Jaya, Pilar Weh Kiri, Tirmiara, Mekar Maju, dan Arul Pertik. Total penduduk terdampak mencapai 2.765 jiwa. Akses roda dua mulai terbuka di beberapa titik, namun kendaraan roda empat masih terkendala longsor dan jembatan rusak.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Linge. Tujuh desa masih terisolasi, meliputi Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, Penarun, dan Umang, dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 2.362 jiwa. Putusnya Jembatan Kala Ili serta longsor di sejumlah ruas jalan menjadi penyebab utama keterisolasian.

“Akses roda dua hanya bisa mencapai Desa Penarun dan Umang, sedangkan kendaraan roda empat belum dapat melintas,” ujarnya.

Murthalamuddin menegaskan, pemerintah terus melakukan upaya penanganan darurat dan pemulihan akses, termasuk membuka jalur darat sementara serta memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap agar aktivitas masyarakat di desa-desa terdampak dapat kembali normal.

Sumber: infopublik.id

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....