17,39 Persen Sampah Di Kota Jayapura Tidak Terurus

  • 20 Feb 2023 09:27 WIB
  •  Jayapura

KBRN, Jayapura : Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Agustinus Ondi menyebutkan saat ini pengelolaan sampah sudah membaik, tapi masih ada 17,39 persen sampah masih tidak terurus.

Agustinus menerangkan, data terakhir di Juli 2022, jumlah timbunan sampah di Kota Jayapura mencapai 79.528 ton per tahun. Dari jumlah tersebut yang sudah tertangani baru mencapai 82,61 persen.

“Artinya baru sekitar 65.700 ton sampah yang bisa dikelola per tahun. Sementara upaya pengurangan baru di angka 4,93 persen atau sekitar 3.291 ton per tahun,” kata Agustinus dalam dialog kentongan di Pro 1 RRI Jayapura, Senin (20/2/2023).

Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan besar Pemerintah Kota Jayapura, karena pihaknya menargetkan bisa mengurangi sampah hingga 30 persen dan sampah yang tertangani di angka 70 persen.

“Namun paradigma masyarakat ini perlu dirubah, agar tidak hanya kumpul, angkut dan buang sampah saja. Masyarakat harus bisa memilah sampah dari rumah, mana yang bisa ditabung di Bank Sampah atau diolah dan digunakan kembali, karena sampah itu punya nilai ekonomis,” tegasnya.

Pegiat lingkungan, Abdel Gamel Naser sendiri menilai, kondisi masyarakat di Kota Jayapura saat ini sebenarnya masih dalam tahap belajar membuang sampah pada tempatnya, belum sampai mengelola sampah.

“Kalau merujuk ke tema Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2023, kita mungkin masih belajar membuang sampah di tempatnya. Kalau untuk mengelola menjadi sesuatu yang bermanfaat masih sulit, karena paradigma masyarakat yang menganggap sampah tidak ada nilai ekonomis,” jelasnya.

Gamel yang juga pendiri Komunitas Rumah Bakau Jayapura mengaku sudah mengusulkan kepada pemerintah setempat untuk mengolah sampah botol minuman lalu dibuat sebuah regulasi yang mewajibkan restoran atau café membeli atau menggunakan bahan daur ulang tersebut.

“Contohnya itu botol minuman kaca, jadi tinggal beli alat pemotong kaca lalu dihaluskan maka akan menjadi gelas. Kemudian dipasang saja stiker atau label di gelar itu. Ketika orang luar datang dan melihat ini jadi nilai baik bagi Kota Jayapura juga karena berhasil mengolah sampah,” tambahnya.

Sementara itu, Gamel mendorong warga Kota Jayapura untuk lebih peduli terhadap sampah, karena membuang sampah pada tempatnya saja itu belum menyelesaikan masalah.

“Kami juga berharap pemerintah bisa menegakan kembali regulasi mengenai sampah. Pengawasan harus ditingkatkan agar timbul kesadaran di masyarakat,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....