GKI I.S. Kijne Sborhoinyi Gelar Sidang Jemaat ke-XXI

  • 29 Jan 2023 19:05 WIB
  •  Jayapura

KBRN, Jayapura : GKI I.S. Kijne Sborhoinyi menggelar Sidang Jemaat ke-XXI, Sabtu (28/1/2023) di Kota Jayapura. Dalam sidang jemaat ini, mengambil tema: “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja Mewujudkan Keadilan Perdamaian Dan Kesejahteraan” dan sub tema: “Melalui sidang XXI siap membangun kesehatan untuk pembaharuan GKI menuju Jemaat dewasa, mandiri dan missioner”.

Ketua Mejelis Jemaat GKI I.S Sborhoinyi, Pnt. Jhon Y. Betaubun mengatakan sidang jemaat untuk mengakhiri dan mengevaluasi periodisasi pelayanan tahun berjalan dan menetapkan program-program ke depan dengan prioritaskan kepada penyelesaian pembangunan gedung gereja baru.

Selain itu, Jemaat I. S. Sborhoniyi ditunjuk sebagai tuan rumah pada Raker Klasis GKI Port Numbay ke-II ditahun 2024.

“Klasis memberikan kepercayaan untuk kedua kalinya. Beberapa tahun lalu kita pernah menjadi panitia ibadah pentakosta rayon C, kali ini kita diperhadapkan bahwa Jemaat.I. S Sborhoinyi untuk menjadi tuan dan nyonya rumah pada Raker berikutnya,” kata Betaubun usai sidang jemaat.

Ia juga berpesan sidang ini dapat menghasilkan produk-produk kepada majelis yang baru untuk melanjutkan pekerjaan lima tahun ke depan.

“Pekerjaan ini bukan milik orang per-orang, tapi siapapun dia Tuhan bisa pakai untuk melayani pekerjaan ini, untuk ada dalam kebersamaan. Jangan mengeluh, tetaplah setia untuk melayani pekerjaan Tuhan” harapnya.

Sementara, Ketua Klasis GKI Port Numbay Pdt. A. Tjoe, M.Th mengatakan, sidang jemaat untuk melaksanakan evaluasi program pelayanan dan anggaran pendapatan dan belanja gereja. Dimana klasis akan menerima laporan pertanggungjawaban majelis jemaat dan menetapkan program kerja yang baru.

“Kemudian menetapkan rencana pendapatan, rencana anggaran pendapatan dan belanja untuk tahun 2023. bahkan sidang jemaat juga adalah menetapkan majelis jemaat terpilih untuk 5 tahun kedepan. Tidak hanya itu, sidang ini dapat merumuskan rekomendasi hal yang penting dan urgent untuk disampaikan kepada klasis ataupun sinode,” ujarnya.

Lanjut dikatakan, saat ini kepemimpinan Gereja Kristen Injili di tanah Papua ada pada tiga aras, Jemaat, Klasis dan Sinode.

‘Baru saja kita melaksanakan tugas tahun pertama 2022, itu berarti ada kesinambungan kepemimpinan sekaligus di dalamnya terjadi perubahan-perubahan sesuai dengan tuntutan kebutuhan-dalam pelayanan.” Ujarnya.

Hal ini sejalan dengan rumusan arah program dalam Restra 2022-2027 Sinode dan Klasis, dimana Tahun 2022/2023 adalah tahun pembaharuan, untuk menghadirkan berbagai inovasi dalam persekutuan, pelayanan, kesaksian dan penatalanan dalam DKI di tanah Papua.

Ditambahkan, Ketua Panitia Pelaksana Susan Marlissa menyebutkan sidang jemaat ini digelar selama dua hari tentu untuk mengevaluasi program 5 tahun sebelumnya dan membahas program 5 tahun ke depan, serta merumuskan secara bersama program pelayanan dibidang persekutuan, kesaksian dan pelayanan kasih,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....