Hilal 1 Syawal 1447 Hijriah Tidak Terlihat di Provinsi Papua
- 19 Mar 2026 16:37 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Hilal tanda masuknya bulan Syawal di Papua tidak terlihat di Pos Observasi Bulan Merauke, Kamis (19 Maret 2026). Pemantauan hilal dilaksanakan Tim Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Papua bersama Tim Falakiyah dan BMKG Wilayah V.
Pemantauan hilal ini dihadiri Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama unsur Forkopimda serta perwakilan organisasi Islam daerah. Selain itu turut hadir Kemenag Papua dan berbagai unsur masyarakat lainnya di Kabupaten Merauke.
Mewakili pemerintah daerah. Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, menyampaikan menunggu keputusan pemerintah serta menghargai keputusan organisasi Islam lainnya. "Pemerintah daerah bersama masyarakat akan mengikuti keputusan terbaik dari ormas Islam dan pemerintah melalui Kementerian Agama," katanya.
Kakanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, dalam sambutannya menjelaskan pedoman penetapan bulan Hijriah. Yakni berpegang pada kriteria yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). "Kriteria tersebut mensyaratkan tinggi hilal minimal tiga derajat dan elongasi minimal enam koma empat derajat," ujar Kakanwil.
Kakanwil juga menyoroti perbedaan pandangan atau metode yang sering terjadi dalam bulan Hijriah. Kakanwil menyatakan hal tersebut sangatlah lumrah terjadi dalam khazanah Islam dan mengajak masyarakat untuk tetap rukun.
"Yang terpenting bagaimana kita menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak, menjaga persatuan dan menghormati keputusan pemerintah melalui Sidang Isbat. Kebersamaan dan persatuan umat adalah kunci dalam menjalankan ibadah dan merayakan hari besar Islam." ucap Kakanwil.
Kepala Stasiun BMKG Merauke, Wahyu HidayatN menyebut konjungsi terjadi pukul 10.23.23 WIT. "Adapun ketinggian hilal saat matahari terbenam adalah 0,91 derajat, dengan elongasi sebesar 4,04 derajat," ujar Wahyu.
Wahyu juga menambahkan, bahwa posisi azimuth bulan berada pada 273 derajat. Yakni hilal terletak di sebelah utara-atas matahari, dengan fraksi iluminasi (tingkat kecerahan) sebesar 0,12%. Secara teori dengan posisi tersebut, hilal sangat sulit diamati di Merauke.
"Namun demikian, kegiatan rukyat tetap dilaksanakan sebagai bagian dari verifikasi lapangan terhadap hasil hisab. Sekaligus sebagai kontribusi data dalam Sidang Isbat penentuan awal bulan Syawal, yang diselenggarakan oleh pemerintah," kata Wahyu.
Ketua Tim Falakiyah Papua, Hendra Yulia Rahman, menyatakan hilal tidak terlihat karena belum memenuhi kriteria imkanur rukyat. Meski demikian, hasilnya tetap menunggu keputusan Sidang Isbat Kemenag RI pukul 19.00 WIB di Auditorium HM Rasjidi.
"Ketinggian hilal sudah di atas ufuk dengan ketinggian 0,91 derajat dengan elongasi 4,04 derajat. Secara kriteria imkanur rukyat sulit untuk kelihatan dan bisa dipastikan tidak kelihatan," ujar Hendra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....