Jejak Sejarah Buka Bersama di Bulan Ramadan

  • 06 Mar 2026 09:36 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Tradisi buka puasa bersama atau 'bukber,' telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan umat Islam saat bulan Ramadan. Kegiatan ini bukan sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Dalam sejarah Islam, kebiasaan berbuka puasa sebenarnya telah dicontohkan sejak masa Nabi Muhammad saw. Rasulullah menganjurkan menyegerakan berbuka puasa dan berbagi makanan, sehingga semangat berbagi dan kebersamaan, penting dalam tradisi ini.

Pada masa awal Islam, kegiatan berbuka biasanya dilakukan secara sederhana dengan kurma dan air putih. Meski sederhana, kebersamaan saat berbuka menjadi momen mempererat ukhuwah dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.

Seiring perkembangan zaman, tradisi berbuka bersama mulai berkembang di berbagai negara Muslim. Tidak hanya di rumah atau masjid, tetapi juga di tempat kerja, sekolah, hingga komunitas sosial, sebagai ajang silaturahmi.

Istilah berbuka puasa sendiri dikenal dalam bahasa Arab sebagai 'iftar.' Yaitu momen ketika umat Islam membatalkan puasa saat matahari terbenam. Tradisi iftar diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia oleh UNESCO tahun 2023, karena memiliki nilai sosial dan budaya.

Kini, buka bersama tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi tradisi sosial yang mempererat hubungan keluarga, sahabat, dan masyarakat. Dari masjid hingga restoran, tradisi ini terus hidup sebagai bagian dari semangat kebersamaan, yang mewarnai bulan Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....